Presiden Jokowi didampingi tokoh senior Muhammadiyah, Malik Fadjar memberikan keterangan kepada wartawan, di Jakarta, Rabu (24/12) (foto: Setkab)

NU dan Muhammadiyah Dukung Hukuman Mati Untuk Pengedar Narkoba

Posted on

Aktualita.co – Dua ormas Islam terbesar di Indonesia, Nahdatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah dikunjungi Presiden Joko Widodo pada Rabu, (24/12).

Saat tiba di kantor PBNU, di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, Presiden Jokowi yang didampingi Menteri Agama Lukman Hakim Saefudin, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Andi Wijayanto langsung disambut oleh Ketua Umum PBNU Said Aqil Siraj beserta seluruh jajaran pengurusnya, termasuk Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Jafar.

Salah satu pembicaraan dari pertemuan tersebut adalah mengenai hukuman mati bagi pengedar narkoba. “Kami menyampaikan beberapa hal yang berkaitan dengan hukuman mati terutama untuk pengedar narkoba. Di situ kami mohon pandangan dari NU,” kata Jokowi kepada wartawan.

PBNU sendiri menyetujui pelaksanaan eksekusi hukuman mati bagi pengedar narkoba. “NU mendukung hukuman mati kepada pengedar narkoba, bukan pengguna,” kata Ketua Umum PBNU Said Aqil Siraj seraya menyebutkan bahwa hukuman mati itu sesuai Al Quran, di mana orang yang berbuat merusak di muka bumi, itu harus dibunuh, disalib dan sebagainya.

Setelah dari kantor PB NU, Presiden Joko Widodo melanjutkan perjalanannya ke kantor PP Muhammadiyah, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Kedatangan Presiden Jokowi langsung disambut oleh tokoh senior Muhammadiyah Prof. K.H. Malik Fadjar dan Bambang Sudibyo, dan jajaran pengurus organisasi massa Islam tersebut.

Presiden Jokowi didampingi tokoh senior Muhammadiyah, Malik Fadjar memberikan keterangan kepada wartawan, di Jakarta, Rabu (24/12) (foto: Setkab)
Presiden Jokowi didampingi tokoh senior Muhammadiyah, Malik Fadjar memberikan keterangan kepada wartawan, di Jakarta, Rabu (24/12) (foto: Setkab)

Senada dengan PB NU, Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Malik Fajar menyatakan, Muhammadiyah mendukung penuh kebijakan Jokowi menolak grasi hukuman mati terpidana narkoba.

“Muhammadiyah mendukung sepenuhnya hukuman mati terhadap kejahatan narkoba,” kata Malik seraya menyebutkan, pertimbangannya banyak, terutama tentang generasi yang akan datang.

Setelah kunjungan ke kantor PB NU dan PP Muhammadiyah, Presiden selanjutnya memimpin rapat terbatas yang juga membahas mengenai pemberantasan penyalahgunaan narkoba, disamping mengenai persiapan dan pengamanan dalam rangka hari Natal 2014 dan Tahun Baru 2015, dan tentang nelayan.

“Sudah beberapa kali saya sampaikan mengenai tidak adanya pengampunan untuk pengedar narkoba, dan ini penting sekali kami sampaikan agar kita semuanya mempunyai pandangan yang sama dalam hal pemberantasan narkoba,” tegas Jokowi seperti dikutip dari laman Setkab. (SETKAB/ZL)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *