MIWF Satellite Program Hadir Di Pangkep

Monday, May 23, 2016 | 751 views

Oleh : Kiky Rezky Lufithasari
Relawan Pangkep Initiative

cacarita

Ajang bergengsi yang menjadi sarana yang memperkenalkan dan menumbuhkan minat dan kecintaan akan dunia literasi, Makassar International Writer Festival (MIWF) digelar untuk keenam kalinya. Ajang tahunan yang mewadahi pembaca dan penulis untuk saling berbagi cerita ini berlangsung di 7 lokasi, menghadirkan 61 pembicara dan penulis yang inspiratif.

Diantara kegiatannya adalah Cacarita; MIWF Satellite Program yang merupakan kunjungan ke beberapa kabupaten yang ada di Sulawesi Selatan. Salah satu Kabupaten yang beruntung adalah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan yang menggelar acara tersebut pada Minggu, 22 Mei 2016.

Berlokasi di lapangan sekolah SMAN 1 Pangkajene, suasana sekolah yang ditumbuhi kokohnya pohon yang rindang, serta  nyanyian burung yang hinggap di ranting-ranting pepohonan menjadi latar acara literasi tersebut. Sejak pukul 08.00 WITA antusiasme peserta sudah mulai terlihat. Mereka yang hadir segera mengisi buku registrasi, mengisi setiap bangku-bangku kosong yang telah tersusun rapi. Tak kurang, 50 peserta ikut ambil bagian dalam kegiatan ini.

Tingginya antusias peserta terasa wajar karena pembicara kali ini merupakan penulis buku dengan nama-nama besar dari dunia sastra nasional seperti buku dengan judul RE & peREmpuan yang ditulis oleh  Maman Suherman; Gina S. Noer yang merupakan penulis buku Rudy : Kisah Masa Muda Sang Visioner; juga Irfan Ramly  yang merupakan script writer Cahaya Dari Timur : Beta Maluku.

Event ini dihadiri oleh Suhufi yang merupakan perwakilan dari pemerintahan Pangkep yang mengisi sambutan dan ucapan selamat datang kepada para pembicara, serta mempromosikan ikan bolu dan sop Saudara yang merupakan salah satu ikon kabupaten ini.

Beberapa pertanyaan menambah semaraknya kegiatan ini, salah satu pertanyaan yang sempat dikutip adalah “Bagaimana tanggapan pembicara terkait pemilihan media bacaan? yang dulu digandrungi adalah buku sekarang berganti menjadi gadget, semua tulisan yang ada di media sosial seperti tidak memiliki filter, siapa saja boleh membaca, apa saja boleh dibaca.”

“Jangan alargi dengan media sosial!” kalimat pertama yang keluar dari Maman Suherman. “Kita tidak mesti menjadi pembenci segala sesuatu, cobalah berpikir terbalik. Jangan mau menjadi pembenci yang menikmati, jika membenci cobalah lakukan sesuatu yang menurut kita baik dan menjadi satu hal pembanding terhadap sesuatu yang kita benci. Dulu semua orang mengatakan mulutmu harimaumu, sekarang berganti jempolmu adalah harimaumu. Bacalah apa saja, tapi jangan diserap semuanya, pilih mana yang baik seperti itulah kodrat kita diciptakan, diciptakan untuk berpikir,” imbuh Kang Maman.

Seusai acara, Kang Maman yang dikenal sebagai notulen Indonesia Lawak Club juga menyempatkan diri untuk menghadiri salah satu program Pop-Up Library yang diusung oleh Pangkep Initiative di Alun-alun kota Pangkep.

Yaahh hari yang indah, semoga akan ada sang inisiator-inisiator berikutnya yang menyambangi kami, di daerah yang membutuhkan semangat perubahan.

Like it? Share it!

Leave A Response