Mengukur Kekuatan Kelompok Abu Sayyaf Di Filipina

Tuesday, Mar 29, 2016 | 10316 views

Aktualita.co – Kelompok Abu Sayyaf Di Filipina kembali menunjukkan aksinya dengan menyandera 10 orang pelaut Indonesia yang berada di kapal Anan 12. Kapal tersebut sedang dalam perjalanan dari Sungai Puting Kalimantan Selatan menuju Filipina Selatan.

Kelompok Abu Sayyaf pun sudah menghubungi perusahaan pemilik kapal sebanyak dua kali sejak 26 Maret 2016. Dalam komunikasi tersebut, penyandera meminta tebusan sebesar 50 juta peso. Kapal tersebut sendiri membawa 7.000 ton batubara.

Ini bukan kali pertama pelaut Indonesia disandera oleh Kelompok Abu Sayyaf. Pada Juni 2002 lalu, Julkipli bersama 2 warga Indonesia yang juga menggunakan kapal tongkang diculik Kelompok Abu Sayyaf. Beruntung, dalam penculikan tersebut Julkipli berhasil lolos setelah melarikan diri dari kelompok gerilyawan muslim Abu Sayyaf yang menculiknya, ketika pasukan Filipina mengejar kelompok itu di hutan-hutan Pulau Capual, Filipina selatan.

Kelompok Abu Sayyaf juga dikenal sebagai Al Harakat Al Islamiyya (Harakatul Islamiyah). Kelompok Abu Sayyaf adalah sebuah kelompok separatis yang terdiri dari milisi Islam yang berbasis di sekitar kepulauan selatan Filipina, antara lain Jolo, Basilan, dan Mindanao tulis Wikipedia.

Penggunaan nama Abu Sayyaf sebagai nama kelompok ini karena nama ini berasal dari nama Profesor Abdul Rasul Sayyaf yang merupakan nama pejuang Mujahidin di Afganistan.  Walaupun demikian, Kelompok Abu Sayyaf dirikan oleh  Abdurajak Abubakar Janjalani, bekas anggota Front Nasional Pembebasan Moro pada awal 1990an di Basilian yang kini menjadi basis utama Kelompok Abu Sayyaf.

Diawal berdirinya, Kelompok Abu Sayyaf melakukan penculikan dan meminta tebusan. Sebuah gerakan yang terus digunakan saat ini untuk mendapatkan perhatian dunia.

Pemimpin Abu Sayyaf

Kelompok Abu Sayyaf pernah dipimpin oleh Khadaffi Janjalani sebelum akhirnya meninggal pada 4 September 2006 lalu dalam aksi sebuah operasi penangkapan di wilayah selatan. Amerika Serikat disebut-sebut berada dibalik Aksi tersebut.

Setelah Janjalani meninggal dunia, ia kemudian digantikan oleh Abu Sulaiman yang juga terbunuh pada Januari 2007 lalu.

Pemimpin Abu Sayyaf kini adalah Isnilon Totoni Hapilon alias Abu Abdullah yang juga dalam kondisi sakit stroke. Isnilon bahkan dihargai kepalanya oleh Amerika Serikat sebesar 5 juta dolar AS.

Pada tahun 2002 lalu, Hapilon dan empat anggota Abu Sayyaf Lainnya–Khadaffy Janjalani, Hamsiraji Marusi Sali, Aldam Tilao, dan Jainal Antel Sali– didakwa di Guam dan di Amerika Serikat sebagai orang yang bertanggung jawab atas pembunuhan yang terjadi pada tahun 2000 di Resort Dos Palmas. Dari kelima orang tersebut hanya Hapilon yang saat ini masih hidup.

Kekuatan Abu Sayyaf

Filipina pernah melancarkan serangan besar pada Februari 2015 lalu untuk mengejar anggota Kelompok Abu Sayyaf. Militer Filipina bahkan mengerahkan artileri dan helikopter tempur dalam perang itu.Walau dalam perang tersebut berhasil menewaskan puluhan anggota Abu Sayyaf nyatanya mereka masih tetap eksis hingga saat ini.

Selama ini Abu Sayyaf juga terlihat seringkali melangsungkan aksi-aksinya di laut karena mereka memang dikenal mahir dalam pertempuran di laut karena basis mereka adalah wilayah nelayan.

“Mereka cukup menjadi legenda karena mampu melakukan penyelaman bawah air tanpa alat yang itu membuat pihak Filipina selalu kehilangan jejak,” ungkap pengamat terorisme, Ridlwan Habib.

Diketahui bahwa Abu Sayyaf juga memiliki batalyon-batalyon. Walaupun demikian, jumlah pasukan Kelompok Abu Sayyaf diprediksi tidak begitu besar. Bahkan dalam sebuah referensi dituliskan jika Kelompok Abu Sayyaf sengaja membatasi anggota mereka agar tidak disusupi agen pemerintah.

Pada awalnya penyokong dana utama Kelompok Abu Sayyaf adalah Mohammed Jamal Khalifa, salah saudara kandung dari Osama bin Laden. Setidaknya hal tersebut diakui oleh mantan pemimpin Abu Sayyaf, Khaddafy Janjalani.

Baca Juga : Pertempuran 9 Jam, 18 Prajurit Filipina Tewas

Bergabung Dengan ISIS

Saat ini Abu Sayyaf yang pada mulanya beraffiliasi dengan Al Qaedah kini telah bergabung dengan ISIS sejak 2013 lalu. Saat itu Abu Sayyaf merilis video yang menunjukkan jika pemimpin mereka Isnilon masih hidup dan juga mengungkapkan bahwa mereka telah memutuskan hubungan dengan Al Qaeda dan berbaiat kepada ABu Bakr al-Baghdadi.

Lalu setelah itu, berbagai batalyon dalam tubuh Kelompok Abu Sayyaf satu persatu menyatakan baiatnya kepada ISIS. (berbagai sumber)

Like it? Share it!

Leave A Response