Mengenal PT Delta Djakarta Tbk; BUMD DKI Jakarta Di Industri Bir

Saturday, Mar 12, 2016 | 4593 views

Aktualita.co – Salah satu Badan Usaha Milik Daerah DKI Jakarta yang selalu menuai kontroversi adalah PT. Delta Djakarta Tbk, dimana pemerintah DKI Jakarta memiliki saham sebesar 32persen di perusahaan yang telah dilisting di lantai bursa ini.

pt delta djakarta

PT. Delta Djakarta merupakan salah satu industri bir terbesar di Indonesia dan memproduksi sejumlah merek diantara Anker, Carlsberg, San Miguel dan juga Kuda Putih. Selain minuman beralkohol, perusahaan ini juga memproduksi minuman bermerek Sodaku dan Soda Ice. Selain itu, perusahaan ini juga memiliki anak perusahaan PT Jangkar Delta Indonesia yang mengurusi distribusi yang dibangun pada tahun 1998.

Perusahaan ini pertama kali didirikan pada tahun 1932 oleh perusahaan Jerman Archipel Brouwerij NV. Lalu perusahaan ini beberapa kali berganti pemilik. Memasuki perang dunia II, kontrol perusahaan kemudian dimiliki oleh perusahaan Belanda NV De Oranje Brouwerij dan kemudian diambil alih perusahaan Jepang pada tahun 1942. Dan pada tahun 1945, perusahaan Belanda kembali mengambil alih perusahaan ini.

Pada tahun 1958 seiiring dengan terjadinya nasionalisasi sejumlah aset asing, perusahaan ini diambil alih oleh Perusahaan Negara Perindustrian Rakyat (PNPR) Budjana Yasa. Perusahaan ini kemudian menjadi milik pemerintah DKI Jakarta pada tahun 1965 dengan nama Budjana Jaya.

Pada tahun 1970, perusahaan ini kemudian berganti nama dari Budjana Jaya menjadi PT. Delta Djakarta seiring dengan diserahkannya sejumlah saham perusahaan tersebut kepada pemerintah DKI Jakarta berdasarkan Undang-Undang Penanaman Modal Asing Nomor 1 Tahun 1967. PT. Delta Djakarta selanjutnya menjadi generasi pertama dari perusahaan Indonesia yang masuk di bursa efek Jakarta dan Surabaya pada tahun 1984.

Saat ini pemegang saham terbesar PT. Delta Djakarta adalah Pemerintah Kota Jakarta dan San Miguel Malaysia (L) private limited. Menurut keterangan Kepala Bidang Badan Usaha Milik Daerah Badan Penanaman Modal dan Promosi DKI Jakarta Riyadi seperti yang diungkapkan pada Tempo (10/4/2015) jumlah saham DKI Jakarta di PT. Delta Djakarta adalah 26,25 persen. Jumlah tersebut merupakan gabungan dari 23,34 persen saham Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan 2,91 persen milik BP IPM Jaya, yang juga berada di bawah naungan pemerintah DKI.

Pada tahun 2015 lalu, pemerintah DKI Jakarta memperoleh pembagian deviden sebesar Rp 25,21 miliar turun cukup jauh dari yang diterima pada tahun 2014 lalu sebesar RP. 48 milyar.

Dalam Annual Report Delta Djakarta tahun 2014 disebutkan susunan dewan komisaris PT Delta Djakarta diantaranya Tubagus M. Rais (Komisaris Utama periode 2002-Mei 2014); Heru Budi Hartono (Komisaris Utama Mei 2014-sekarang); Carlos Antonio M. Berba (Komisaris periode 2006-sekarang); Takeshi Wada (Komisaris periode April 2013-sekarang); Reynato S. Puno (komisaris independen periode 2013 hingga sekarang); dan Ongky Sukasah (Komisaris Independen periode april 2008-sekarang).

Pabrik PT. Delta Djakarta sendiri terletak di Jalan Inspeksi Tarum Barat, Bekasi Timur dan Jawa Barat. Saat ini beberapa negara yang menjadi tujuan eksport produk PT Delta Djakarta diantaranya Malaysia, Kamboja, Thailand, dan Taiwan.

Like it? Share it!

Leave A Response