Mengenal Pasangan Unik Dali Mahdali dan Budiharjo Boboho: Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta

Aktualita.co – Pilkada DKI Jakarta kembali diramaikan oleh salah satu pasangan calon Gubernur DKI Jakarta. Pasangan Dali Mahdali dan Budiharjo “Boboho” mendeklarasikan diri sebagai bakal calon DKI Jakarta pada Jumat, (1/4) yang akan meramaikan kontestasi melalui jalur independen.

dali mahdali
Berbeda dengan bakal calon Gubernur lainnya yang belum memiliki pasangan, pasangan Dali-Budiharjo telah mendeklarasikan diri dalam format yang lengkap. Tak hanya itu, deklarasi mereka juga terbilang unik karena dilakukan diatas kloset.

Tiga kloset menjadi tempat duduk mereka. Masing-masing untuk Calon Gubernur, Wakil Gubernur dan juga Kroni–istilah yang mereka gunakan untuk menyebut tim sukses mereka.

Baca Juga : Mengenal Calon Gubernur DKI Jakarta Ahmad Taufik Yang Cuci Kaki Warga

“kloset ini mengartikan bahwa kami mulai dari bukan apa-apa, di mana nanti kalau terpilih menjadi gubernur, kloset ini akan berubah menjadi kursi yang nyaman dan bersih untuk membimbing DKI,” ungkap Dali calon Gubernur yang deklarasi.

Lalu siapa sebenarnya Dali Mahdali?

Dali Mahdali pria kelahiran Jakarta, 20 November 1969 merupakan pengusaha bengkel kapal yang juga merupakan ketua RW di lingkangan Jakarta Utara. Sedangkan pasangannya Budiharjo yang dijuluki Boboho merupakan pensiunan BUMN.

“Anda dukung calon lain tidak masalah,tapi coblosnya coblos kami, saya sebagai ketua RW sangat mengenal Jakarta, dan saya lahir dan besar di sini,” ungkap Dali.

Pasangan Dali Mahdali-Budiharjo menyebut diri mereka sebagai kuda hitam dalam pilkada DKI Jakarta.

Dalam pantauan Aktualita, Dali Mahdali yang merupakan Ketua RW di Cilincing Jakarta Utara ini, pernah ikut membuat spanduk pada Pilkada DKI Jakarta 2012 lalu. Saat itu Dali Mahdali beserta Kunto Saktiaji membuat spanduk sebagai pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur dengan nomor urut 7.

Dalam spanduk tersebut yang terpasang di jalan Sungai Brantas Kelurahan Semper Barat, Cilincing Jakarta Utara tertulis “Jangan Pilih Gua!!! Gua Pasti Korupsi. Masalah Banjir dan Macet, Loe Pikir Gua Pawang Ujan dan Tukang Parkir. Rakyat Miskin Pasti Makin Sengsara. Bodo Amat Lah…!!”

Lewat akun Facebooknya pada Januari lalu, Dali Mahdali juga pernah memajang foto spanduk yang pasang di wilayahnya tertulis “Ahok dan Tronton Dilarang Masuk Jalan Belum Diperbaiki”.

Spanduk ini dibuat sebagai protes warga karena Jalan di sebuah lingkungan Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara yang dianggap selama ini menjadi titik penilaian adipura kondisinya rendah dan warga minta di tinggikan.

Kini, salah satu tulisan yang dipasang dispanduknya adalah “lantaran masih banjir dan macet, RW Gila nyalonin gubernur karena cuma RW yang paham wilayah.”

Baca Juga : Profil Hasnaeni Moein, Wanita Emas Di Pilkada Jakarta

Like it? Share it!

Leave A Response