Mengenal MOAB; Induk Segala Bom Milik Amerika Yang Dijatuhkan Di Afganistan

Posted on

Aktualita.co – Untuk pertama kalinya dalam sejarah perang, militer Amerika Serikat menjatuhkan bom legendarisnya GBU-43/B Massive Ordnance Air Blast Bomb atau yang dikenal dengan nama MOAB. Hal ini dilakukan Amerika Serikat di Provinsi Nangarhar, Afganistan pada Kamis, 13 April 2017.

Massive Ordnance Air Blast Bomb (MOAB) yang seringkali disebut sebagai Mothers of All Bomb (MOAB) induk dari segala bom itu digunakan untuk menyerang gua persembunyian kelompok Negara Islam Irak dan Suriah atau ISIS di Afganistan.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Amerika Serikat atau Pentagon, Adam Stump, mengatakan bom seberat 9.797 kilogram itu dijatuhkan dari pesawat tempur MC-130. Bom yang memiliki daya ledak hingga 11 ton ini dijatuhkan dari pesawat di Distrik Achin, Provinsi Nangarhar, yang berbatasan dengan Pakistan.

Serangan tersebut bertujuan untuk menghancurkan gua-gua ISIS, dan pada saat yang sama meminimalisir dampaknya bagi pasukan Afganistan dan Amerika Serikat yang melakukan operasi keamanan di wilayah itu.

Gedung Putih juga memberikan konfirmasi tentang penggunaan bom non-nuklir terbesar yang dimiliki Amerika.

Mantan Presiden Afghanistan Hamid Karzai mengkritik penggunaan senjata seperti itu yang disebutnya tidak manusiawi. Ia menuduh Amerika Serikat menggunakan Afghanistan sebagai lokasi percobaan.

Apa itu MOAB Bomb?

MOAB dikembangkan oleh Albert L . Weimorts, Jr dari Laboratorium Penelitian Angkatan Udara. Bom ini disebut-sebut sebagai senjata non nuklir terkuat yang pernah dirancang. Dalam operasinya, bom ini akan dibawa oleh pesawat Hercules C-130 utamanya MC-130E Combat Talon I atau MC-130 H Combat Talon II.

Pertama kali dilakukan uji coba pada 11 Maret 2003. Lalu tes kedua dilakukan pada 21 November 2003. Pada saat itu, bom ini diketahui hanya dibuat sebanyak 15 buah untuk mendukung Amerika di Perang Irak.

Menariknya, pada tahun 2007, Rusia juga tidak mau kalah ia mengkalim telah melakukan testing pada bom sejenis yang diberi nama “Ayah Dari Segala Bom”. Bahkan Rusia menyebut jika bom buatan mereka daya ledaknya 4 kali lipat dari MOAB.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *