Foto : dispenal AL

Mengenal KRI Teluk Bintuni Jenis Kapal Angkut Tank Produksi Dalam Negeri

Posted on
Foto : dispenal AL
Foto : dispenal AL

Aktualita.co – KRI Teluk Bintuni kini siap menjadi salah satu kekuatan perang Indonesia setelah diresmikan oleh setelah kapal itu diresmikan oleh Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro didampingi KSAL  Laksamana TNI Marsetio di Dermaga PT Daya Radar Utama, Srengsem Panjang, Bandar Lampung, Sabtu, (27/9/2014).

Sebelum resmi berganti nama, Kapal ini disebut Kapal Angkut Tank (AT)-3 dan selanjutnya diresmikan menjadi  KRI Teluk Bintuni (TBN)-520 yang merupakan kapal perang baru jenis Landing Ship Tank (LST) produksi dalam negeri ( PT Daya Radar Utama (DRU) ). Kapal ini dibangun dengan biaya sekitar Rp160 miliar dan dikerjakan selama 16 bulan.

“Pembangunan kapal angkut tank ini merupakan bentuk pembinaan pemerintah untuk industri dalam negeri agar mengurangi ketergantungan dengan negara lain di masa mendatang. Pemerintah juga sudah membentuk Komite Kebijakan Industri Pertahanan untuk membina industri pertahanan,” ujar Purnomo dalam konferensi pers di hanggar helideck KRI TBN-520.

“Kapal ini adalah kapal paling besar untuk militer non-combat. KRI Teluk Bintuni 520 adalah kapal angkut yang dipersenjatai,” ujar Amir Gunawan, Direktur Daya Radar Utama setelah menjelaskan bahwa perusahaannya biasa membuat kapal tanker atau kapal pesanan Kementerian Perhubungan.

Adapun yang menjadi komandan pertama KRI Teluk Bintuni (TBN)-520 adalah Letkol Laut (P) Ahmad Muharam, alumni Akademi Angkatan Laut (AAL) Angkatan ke-43  yang akan memimpin operasional KRI TBN-520.

KRI Teluk Bintuni-52 didesain mampu membawa 10 unit Tank MBT (Main Battle Tank) Leopard milik TNI AD yang berbobot hingga 62,5 ton ditambah 120 orang awak kapal dan 300 orang pasukan.. Sebelumnya LST TNI AL hanya mampu membawa tank ringan dengan berat per tank hanya belasan ton. Selain itu, KRI Teluk Bintuni-520 masih bisa membawa 2 unit helikopter, kapal ini telah dilengkapi satu helipad dengan fasilitas hangar. Kapal LST ini juga mempunyai panjang 120 meter, lebar 18 meter, dengan tinggi 11 meter. Kecepatannya maksimal 16 knot, dengan main engine 2 x 3.285 kw yang ditenagai dua mesin.

KRI Teluk Bintuni terdiri dari 7 lantai yang letaknya secara berurutan dimulai dari bawah yakni Deck A merupakan ruang untuk tangki dan ruang pasukan. Paling bawah adalah Bottom Deck yang menjadi ruang khusus mesin kapal, dan Deck B untuk pasukan. Lalu, Deck C untuk kru kapal termasuk tempat tidur dan peralatan keseharian kru kapal. Deck D juga untuk kru kapal, serta Deck E untuk komandan kapal dan para perwira. Kemudian, Deck F untuk ruang komando, dan terakhir Deck G alias top deck atau compas deck digunakan untuk meletakkan dua radar utama.

Sementara persenjataan yang dimiliki KRI Teluk Bintuni-520, diproyeksikan untuk self defence dengan mengandalkan meriam Bofors kaliber 40/L70 mm yang ditempatkan pada bagian haluan. Kemudian ada Canon PSU kaliber 20 mm, serta dua unit Mitraliur kaliber 12,7 mm. Dalam operasi tempur, kapal jenis LST dengan tugas sebagai pengangkut pasukan, material dan tank harus mendapat kawalan dari kapal-kapal jenis Combatan dari Satuan Kapal Eskorta atau Satuan Kapal Cepat.

Secara umum KRI Teluk Bintuni-520 dapat dimuati 111 ABK (anak buah kapal), enam orang kru helikopter, dan masih mampu membawa pasukan sebanyak 354 orang. Untuk mengantar pasukan Marinir ke pantai, LST ini dapat membawa 4 unit LCVP (Landing Craft Vehicle Personnel), 2 Sea Reader, 1 RIB (Rubber Inflateable  Boat). Untuk memudahkan loading logistik dan kargo, pada bagian depan anjungan juga dilengkapi crane. (Sumber: www.tnial.mil.id)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *