Mengenal Kelompok Hizmet yang Diikuti WNI di Turki

Sunday, Jun 12, 2016 | 2434 views

Aktualita.co – Seorang warga negara Indonesia (WNI) ditangkap oleh kepolisian Turki di Gaziantep pada Jumat 3 Juni 2016. Pria berinisial HL itu ditangkap karena dugaan keterlibatan dalam organisasi terlarang di Turki yakni kelompok Hizmet. Lalu apakah kelompok Hizmet itu dan bagaimana latar belakangnya sehingga ia menjadi kelompok terlarang di Turki?

gerakan hizmet

Fethullah Gulen

Kelompok Hizmet adalah sebuah gerakan sosial dan religius transnasional yang dipimpin oleh seorang ulama Turki bernama Fethullah Gulen. Sebenarnya gerakan ini sendiri tidaklah memiliki nama resmi, walaupun demikian kerap disebut sebagai Hizmet yang berarti “Layanan” oleh pengikutnya. Sedangkan orang-orang diluar komunitas mereka menamainya “Cemaat”.

Gulen sendiri kini telah berusia 75 tahun. Dia kini hidup di Pennyslvania Amerika Serikat. Gerakan ini banyak aktif di bidang pendidikan serta kesehatan. Bahkan mereka mementingkan membangun sekolah daripada masjid. Hizmet juga memiliki investasi besar di bidang kesehatan serta keuangan. Di media misalnya, Hizmet memiliki Samanyolu TV, Mehtap TV, Ebru TV serta media cetak seperti Zaman, dan Today Zaman. Setelah dinyatakan terlarang, kini semuanya telah ditutup pemerintah Turki.

Kelompok Terlarang di Turki

Sebelum menjadi gerakan terlarang di Turki, gerakan ini sebenarnya pernah menjadi penyokong suksesnya Recep Tayyip Erdogan meraih kursi Perdana Menteri Turki. Dalam situs Wikipedia disebutkan asal mula retaknya hubungan baik antara Hizmet dan Erdogan bermula pada tahun 2013 lalu.

Oleh pemerintah Turki, gerakan ini dituduh berusaha menggulingkan pemerintah Turki yang terpilih secara demokratis melalui kudeta peradilan melaui penyelidikan korupsi sehingga banyak tokoh-tokoh partai AKP yang tersangkut korupsi. Seperti diketahui Erdogan berasal dari partai AKP.

Akibatnya, media-media milik Hizmet dilarang di Turki termasuk dengan membredek koran Zaman yang menjadi salah satu koran terbesar di Turki sebelum retaknya hubungan tersebut.

Reuters menuliskan pada 31 Mei 2016, Presiden Erdogan resmi menggolongkan Hizmet sebagai gerakan teroris. Dengan posisi ini, maka Hizmet setara dengan militan Kurdi yang diperangi oleh Erdogan.

Like it? Share it!

Leave A Response