Mengenal Industri Persenjataan Singapura, ST Kinetics

Friday, Sep 23, 2016 | 606 views

Aktualita.co – Jika industri persenjataan nasioanal Indonesia dilaksanakan salah satunya oleh Pindad, negara tetangga kita Singapura juga memiliki industri persenjataan mereka melalui Singapore Technologies Kinetics Ltd (ST Kinetics). Perusahaan ini telah memproduksi berbagai persenjataan dan kendaraan perang yang digunakan oleh Singapore Armed Forces (SAF).

st-kinetics

Beberapa produk dari Singapore Technologies Kinetics diantaranya SAR-21 assault rifle, Bionix AFV, Bronco ATTC dan Terrex APC. Persenjtaan ini selain digunakan oleh SAF juga dieksport dan digunakan oleh Amerika maupun pasukan NATO. Hebatnya ST Kinetics juga memiliki sejumlah anak perusahaan di Kanada, China dan juga India.

Sejarah panjang industri senjata Singapura dimulai saat berdirinya CIS pada 27 Januari 1967 yang memulai membuat senjata untuk SAF. Saat itu mereka memproduksi peluru 5.56 NATO serta ikut memproduksi Colt M16S1. Bebrapa karya lokal CIS adalah Ultimax 100 SAW, SAR-80 and dan SR-88 assault rifles.

Dibawah kabinet Menteri Pertahanan Dr. Goh Keng Swee, CIS kemudian digabung dengan industri atomotif Singapura, Singapore Automotive Engineering (SAE) untuk membangun kendaraan militer. Diantara produksinya adalah V200 armored Vehicles.

Seiring perkembangan, Singapura kemudian menyatukan ekosistem industri pertahanannya ke dalam sebuah wadah yang bernama ST Engineering. Dalam industri ini bergabung antara lain ingapore Technologies Aerospace Ltd (ST Aerospace), Singapore Technologies Electronics Ltd (ST Electronics), dan Singapore Technologies Marine Ltd (ST Marine).

HIngga kemudian ST Engineering mengakuisisi CIS pada tahun 1999 dan menyusul ST Auto yang bergabung pada tahun 2000 dan terbentuklah ST Kinetics. Lalu pada tahun 2001, ST Kinetics melakukan reformasi dan memiliki tiga divisi yaitu Automotive, Amunisi dan Persenjataan serta Jasa dan Perdagangan Lainnya.

Produksi senjata yang menjadi flagship ST Kinetics adalah SAR21 assault rifle, Primus 155mm self-propelled artillery gun, Pegasus 155 mm lightweight howitzer, Bronco All-Terrain Tracked Carrier dan Terrex 8×8 Armoured Personnel Carrier.

Hebatnya ST Kinetics melakukan investasi beberapa perusahaan diluar negeri untuk meningkatkan kemampuan rekayasa teknik mereka. Termasuk pada tahun 2003 masuk ke industri kendaraan non militer dengan membentuk perusahaan patungan bersama Beijing Heavy Duty Truck Plant (BHDTP).
ST Kinetics kemudian melakukan reformasi lagi pada tahun 2012 menjadi 2 divisi yaitu Pertahanan dan divisi komersial. (wikipedia)

Like it? Share it!

Leave A Response