Mengenal Gejala Virus Zika yang Menyebar Dari Amerika Latin Ke Indonesia

Monday, Jan 25, 2016 | 1417 views

Aktualita.co – Epidemi virus Zika saat ini terjadi di Brasil dan juga Kolombia. Bahkan penyebaran virus ini juga harus diwaspadai oleh masyarakat Indonesia karena virus yang menyebar lewat nyamuk ini diketahui telah sampai ke benua Eropa dan Asia–termasuk Indonesia.

Upaya penyemprotan untuk mengurangi penyebaran nyamuk pembawa virus Zika

Upaya penyemprotan untuk mengurangi penyebaran nyamuk pembawa virus Zika

Virus Zika (ZIKV) adalah Flavivirus kelompok Arbovirus bagian dari virus RNA. Virus Zika pertama kali diisolasi tahun 1948 dari monyet di Hutan Zika Uganda. Itulah mengapa nama virus ini bernama Virus Zika yang sama dengan Hutan Zika di Uganda yang menjadi tempat pertama kali virus ini diisolasi.

“Tahun lalu, lembaga Eijkman Jakarta telah berhasil mengisolasi virus Zika ini di Indonesia. Bahkan dari hasil penulusuran saya di kepustakaan, ternyata pada 1981, peneliti Australia telah melaporkan pasien penderita virus Zika setelah bepergian ke Indonesia,” jelas Dr Ari Fahrial Syam, Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Jaya.

Peneliti Australia, dalam American Journal Tropical Medicine and Hygiene menceritakan seorang warga negara Australia yang terkena virus Zika setelah  melakukan perjalanan selama sembilan hari ke Jakarta pada tahun 2013 lalu.

Apa bahanya virus Zika ini? Berbagai laporan di luar negeri khususnya di Brasil, penyakit infeksi virus Zika ini dihubungkan dengan bayi dengan kepala yang kecil (mikrosefali). Jadi ibu-ibu yang terinfeksi oleh virus ini saat hamil bisa melahirkan bayi dengan kelainan kepala tadi sehingga perkembangan otaknya menjadi terganggu.

Gejala Virus Zika

Virus Zika menyebar melalui nyamuk Aedes Aegypti seperti halnya dengan penyakit infeksi demam berdarah dan Chikungunya. Itulah mengapa penyakit ini biasanya menjangkiti pada musim penghujan. Selain itu, penyakit ini biasanya kurang terdeteksi karena gejalanya ringan.

“Terpenting adalah mengenali gejalanya, yaitu demam tinggi mendadak, nyeri sendi atau otot, disertai kemerahan di kulit atau rash di badan punggung dan kaki, serta mata merah akibat konjungtivitis,” ungkapnya Dr. Ari Fahrial.

Berbeda dengan dengan infeksi virus Dengue, pada infeksi virus Zika mata penderita akan merah karena mengalami radang konjungtiva atau konjungtivitis. Pasien juga akan merasakan sakit kepala.

Sayangnya berbeda dengan penyakit akibat virus lainnya yang bisa dicegah dengan vaksin, tetapi virus Zika masih belum ada vaksinnya. “Saat ini memang vaksin untuk virus ini belum ada,” bebernya.

Cara Mengobati Infeksi Virus Zika

Saat ini, salah satu pengobatan sederhana yang dianjurkan untuk penderita virus Zika adalah dengan istirahat dan minum yang banyak. Obat-obat yang diberikan hanya bertujuan untuk mengatasi gejala yang timbul yaitu jika gatal diberikan obat gatal dan jika demam diberikan obat demam. (sumber: Kompas.com/Dr. Ari F. Syam Sp.Pd)

Like it? Share it!

Leave A Response