Mengenal Datasemen Jala Mengkara; Pasukan Khusus TNI AL

Posted on

Aktualita.co – TNI Angkatan Laut mengerahkan pasukan khususnya, Detasemen Jala Mangkara (Denjaka) dan Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (PRCPB) Korps Marinir TNI AL untuk mencari pesawat AirAsia QZ 8501.

Setidaknya terdapat 53 pasukan Denjaka yang dilibatkan yang akan bekerja selama tiga hari sesuai perbekalan yang disiapkan tetapi dapat diperpanjang kembali jika Basarnas masih membutuhkannya. Dalam menjalankan tugas pencariaanya Denjaka akan dilengkapi dengan empat unit Sea Rider dan enam perahu karet.

“Denjaka bisa melakukan “Rubber Duck Operation” , yakni operasi berisiko tinggi yang sering dilakukan oleh anggota Pasukan Intai Ampibi Korps Marinir,” ungkap Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Didit Herdiawan usai apel Pelepasan Satgas Pencarian Korban Pesawat AirAsia, di Lapangan Apel Marinir Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (29/12) seperti dilansir Antara.

Operasi itu diawali dengan menerjunkan perahu karet dari udara yang dikaitkan pada parasut selanjutnya para peterjun dengan teknik free fall menyusul mengejar arah jatuhnya perahu karet.

Sebelum Rubber Duck diluncurkan dari pesawat terlebih dahulu diperhitungkan faktor ketinggian, arah, dan kecepatan angin agar proses penerjunan berlangsung sempurna dan pendaratan tertuju pada lokasi yang telah direncanakan sebelumnya.

Mengenal Datasemen Jala Mengkara

denjaka

Denjaka merupakan pasukan khusus TNI AL, yang terdiri dari Komando Pasukan Katak (Kopaska) dan Batalyon Intai Amfibi (Yontaifib) yang dibina di Mako Marinir Cilandak. Sebelum bergabung dengan Denjaka, anggota harus menyelesaikan pendidikan yang disebut PTAL (Penanggulangan Teror Aspek Laut) selama 6 bulan.

Denjaka dibentuk berdasarkan instruksi Panglima TNI kepada Komandan Korps Marinir No Isn.01/P/IV/1984 tanggal 13 November 1984. Denjaka memiliki tugas pokok membina kemampuan antiteror dan antisabotase di laut dan di daerah pantai serta kemampuan klandestin aspek laut.

Letnan Kolonel Marinir Nono Sampono merupakan mantan Komandan Denjaka yang bertugas pada 1988 sampai 1993. Lewat akun twitternya, Nono Sampono menceritakan salah satu kekuatan Denjaka. Saat itu terjadi peristiwa Sipandan Lingitan denga Malaysia, dan ia pun menggelar latihan renang seberangi Selat Sunda bersama Denjaka.

“Kami hanya ingin menyampaikan pesan saat itu ke Malaysia, bahwa #denjaka bisa menyusup tanpa kapal perang,” tutur Nono Sampono melalui akun twitternya.

Tak hanya itu, dalam acara Latma Multilateral Rim of The Pacific (Rimpac) 2014 yang berlangsung 26 Juni hingga 1 Agustus 2014, dua orang anggota Datasemen Jala Mangkara (Denjaka), sebuah Datasemen pasukan khusus TNI AL, telah menerima label Godzilla sebagai penghargaan bagi peserta tertangguh selama pelatihan.

(BERBAGAI SUMBER)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *