Memaknai “International Women’s Day”, ini yang dilakukan PWA Sulsel

International Women’s Day atau Hari Perempuan Internasional yang jatuh tepat pada tanggal 8 Maret dimaknai sebagai hari bersejarah bagi perjuangan perempuan di seluruh dunia dalam mencari keadilan dengan prinsip kesetaraan gender untuk dilibatkan dalam ranah publik termasuk menggugat kesempatan yang sama dalam hal kesempatan kerja.

pengurus aisyiah sulsel

Wikipedia mencatat peringatan hari ini adalah momentum besar yang dirayakan di seluruh dunia untuk memperingati keberhasilan kaum perempuan di bidang ekonomi, politik dan sosial. Di antara peristiwa-peristiwa historis yang terkait lainnya, perayaan ini memperingati kebakaran Pabrik Triangle Shirtwaist di New York pada 1911 yang mengakibatkan 140 orang perempuan kehilangan nyawanya.Gagasan tentang perayaan ini pertama kali dikemukakan pada saat memasuki abad ke-20 di tengah-tengah gelombang industrialisasi dan ekspansi ekonomi yang menyebabkan timbulnya protes-protes mengenai kondisi kerja.

Pada hari ini pula 8 Maret 2016 hampir semua lembaga/organisasi perempuan memperingati hari ini sebagai refleksi untuk menggugat kesenjangan sosial yang merugikan kelompok perempuan pada umumnya.

Hal ini turut difahami pula oleh organisasi Perempuan Islam ‘Aisyiyah yang jika dirunut sejarah perjuangannya dari zaman sebelum kemerdekaan hingga kemerdekaan, era orde lama, orde baru, dan reformasi turut mengambil bagian dalam perjuangan dakwah memajukan kaum perempuan di berbagai bidang dan mengambil peran-peran strategis mendorong perempuan Islam untuk lebih berkemajuan.

Sebut saja kontribusi ‘Aisyiyah dalam mencerahkan kaum perempuan dari segi pengetahuan dengan didirikannya sekolah baik dari tingkatan TK hingga perguruan tinggi termasuk membantu memfasilitasi kaum perempuan dhuafa diberbagai pelosok daerah yang tak mampu mengecap manisnya pendidikan melalui amal usaha seperti panti asuhan ‘Aisyiyah.

Peran ‘Aisyiyah sebagai Ormas Islam terbesar di Indonesia tentu memiliki pengaruh yang besar dalam mewujudkan cita, harapan serta perjuangan perempuan pada umumnya dibelahan dunia ini yang menuntut kesempatan yang sama dalam berbagai bidang kehidupan dan ogah di cap sebagai penonton di era yang semakin dinamis dan menuntut kompetensi yang mumpuni untuk bisa bersaing dengan perempuan di berbagai belahan dunia ini terlebih menghadapi tantangan MEA.

Di Sulawesi selatan sendiri kehadiran ‘Aisyiyah menjadi magnet tersendiri dalam rangka memperingati International Womans Day ini, karena pada hari ini pula Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Sulsel kembali menorehkan sejarah tersendiri dengan menggelar Pelantikan Pengurus PWA periode 2015 -2020. Seperti yang diketahui ketua umum PWA Sulsel terpilih pasca Musywil PWA di palopo bulan Desember yang lalu adalah Nurhayati Azis.

Bertempat di Gedung Serbaguna ‘Aisyiyah Makassar, Selasa (8/3) Dalam sambutan pelantikannya ketua umum PWA Sulsel ini tak lupa berpesan kepada seluruh pengurus PWA yang baru dilantik dihadapan seluruh undangan termasuk Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah dari berbagai kabupaten di Sulsel untuk rela mengorbankan waktunya memajukan kaum perempuan melalui organisasi ‘Aisyiyah.

“Organisasi kita adalah organisasi yang senantiasa melindungi, menjaga, serta mengangkat harkat dan martabat perempuan. Dan semua diawali melalui peran perempuan sebagai Ibu dalam keluarga,” tukas Nurhayati yang disambut gemuruh oleh seluruh undangan yang hadir.  (Nhany Rachman adalah aktivis Aisyiyah Sulawesi Selatan)

 

Like it? Share it!

Leave A Response