MEA 2015; Peluang Bagi UKM

Posted on

ASEANAktualita.co – Tahun 2014 sebentar lagi akan berganti dengan tahun baru. Di tahun 2015 nanti, akan diberlakukakan kebijakan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Karena itu sejumlah persiapan telah dilakukan oleh negara-negara Anggota ASEAN menghadapi pemberlakukan MEA tersebut.

MEA merupakan tahapan untuk lebih mempererat komunitas ASEAN lewat perwujudan konektivitas people-to-people, konektivitas fisik, dan konektivitas kelembagaan. Dengan ketiga konektivitas itu diharapkan ASEAN semakin “terintegrasi” dan meningkat daya saingnya, jelas Faisal Basri dalam diskusi BizGuide BCA yang diselenggarakan secara online pada Kamis, (19/12).

Menurut Faisal Basri, terdapat perbedaan antara MEA dengan kerjasama ekonomi regional lainnya seperti EU dan NAFTA. MEA tak memiliki pijakan kuat untuk melebur diri seperti EU. MEA lebih menekankan pada upaya meningkatkan daya saing kawasan ASEAN untuk menarik investasi dari kawasan luar ASEAN.

Sejumlah peluang dimiliki oleh Indonesia dari pemberlakukan MEA tersebut. Indonesia merupakan negara terbesar di ASEAN, baik penduduk maupun PDB-nya. Kini daya tarik investasi di Indonesia paling menonjol di ASEAN. Indonesia pun bisa memandang ASEAN sebagai potensi pasar yang cukup menjanjikan.

” Indonesia semakin menarik sebagai basis produksi bagi kawasan ASEAN maupun dunia, tidak sekedar memanfaatkan pasar dalam negeri. Dari sini akan muncul kebutuhan yang meningkat pesat untuk memasok bahan baku dan bahan penolong. Di sinilah UKM bisa mengisi. Industri komponen bakal marak,” urai ekonom yang kini menjabat sebagai Ketua Tim Reformasi Sektor Migas.

MEA juga memiliki peluang bagi pengusaha mikro. “Usaha mikro selama ini sangat berorientasi pasar lokal. Saatnya UKM juga memandang MEA sebagai momentum untuk manatap pasar luar negeri, khususnya ASEAN sebagai peluang baru. Misalnya, UKM yang menghasilkan busana muslim bisa membidik pasar Brunei, Malaysia, dan Singapura. Juga Burma dan Thailand,” jelas Faisal Basri.

Sayangnya saat ini belum ada lembaga resmi yang khusus melakukan pendampingan bagi UKM untuk menghadapi MEA 2015 ini. “Namun, kita bisa bertanya ke kementerian UKM, Kadin dan Kadinda. baiknya ada lembaga khusus yang membantu UKM memperlancar bisnis di ASEAN, misalnya menyediakan pelayanan informasi pasar, membantu pelaku UKM memperoleh akses pembiayaan, memfasilitasi pembuatan kontrak dan membantu kalau ada sengketa dagang,” ungkap Faisal Basri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *