Legoland Malaysia, upaya Lego untuk menyasar pasar Asia (Foto: Legoland.com)

Lego Tetap Perkasa Di Era Digital

Posted on

Aktualita.co – Lego yang berasal dari bahasa Denmark “leg godt” yang artinya “bermain dengan baik” rupanya bisa terus bertahan di tengah gempuran permainan yang serba digital saat ini. Permainan balok susun aneka warna dan model ini bahkan dilaporkan justru mendapatkan peningkatan penghasilan 4 kali liput dalam 10 tahun terakhir walau sempat mengalami kemunduran.

Dalam sebuah wawancara dengan AFP, Joergen Vig Knudstorp mengungkapkan bahwa banyak anak-anak di seluruh dunia yang tumbuh dan mencintai Lego, popularitas tablet dan video games tidak akan mengubah hal tersebut.

Legoland Malaysia, upaya Lego untuk menyasar pasar Asia (Foto: Legoland.com)
Legoland Malaysia, upaya Lego untuk menyasar pasar Asia (Foto: Legoland.com)

Menurut Joergen Vig Knudstorp era digital justru melahirkan pangsa pasar baru bagi Lego. Salah satu bukti kemampuan adaptif Lego terhadap era digital adalah penetrasi Lego ke dalam video games. “Kami merupakan salah satu permaina video yang paling digemari, kami juga meraih semakin banyak pelanggan melalui media sosial – para penggemar Lego berkumpul dalam jumlah yang tidak pernah terjadi sebelumnya,” ujar Joergen Vig Knudstorp kepada AFP.

“Dahulu anak-anak bermain Lego sambil menonton televisi, saat ini anak-anak memainkan tablet sambil bermain Lego,” lanjutnya.

“Alasan mengapa mereka melakukannya, adalah karena banyak anak-anak dan orang dewasa, ingin bermain dengan benda nyata dan ingin mendapatkan pengalaman secara fisik. Walaupun kita suka nonton permainan sepakbola atau memainkannya dengan PlayStation, hal ini tidak sama dengan berlari di lapangan dan menendang bola,” ujar Knudstorp.

Sejarah Lego

Lego sendiri merupakan perusahaan yang dibangun sejak tahun 1932 oleh  Ole Kirk Kristiansen yang merupakan kakek dari pemilik Lego saat ini.  Lego awalnya dibangun di sebuah workshop kecil di Billund dan baru menggunakan nama Lego 2 tahun kemudian.

Pada awalnya ia membuat produk seperti bebek kayu dan baru mulai mengembangkan bentuk lego berupa kotak-kotak bata seperti sekarang ini pada tahun 1958.

Selanjutnya pada tahun 1960an Lego menjadi brand internasional dan Legoland in Billund yang saat ini menjadi tempat wisata internasional mulai dibuka pada tahun 1968.

Sebuah perusahaan tentu tak selalu pada track yang menanjak. Pada tahun 2004 perusahaan mengalami kerugian besar, Knudstorp diangkat pada tahun itu dan ia menerima surat dari penggemar Lego untuk tidak membiarkan perusahaan tersebut tutup.

Salah satu yang dilakukan Lego untuk bangkit dari kebangkrutan adalah dengan melakukan pemotongan biaya produksi, merilis produk pada waktu yang tepat dan juga melakukan inovasi produk.

Salah satu wilayah ekspansi Lego adalah pasar Asia termasuk dengan membuka Lego Land di Malaysia.  Kini bertepatan dengan acara Bricks 2014, Lego mengumumkan pembukaan kantor mereka di London.

Saya pikir lego akan tetap bertahan selama berabad-abad karena merupakan hal mendasar seperti sepak bola atau membaca sebuah buku dan  bercerita,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *