Klarifikasi Etihad Airways Terkait Kasus Ariyani

Wednesday, Apr 13, 2016 | 1749 views

Aktualita.co – Etihad Airways secara kategoris menyangkal klaim diskriminasi yang dibuat sehubungan dengan penurunan dari pesawat yang dilakukan terhadap Ibu Ariyani pada 3 April 2016.  Dalam pernyataanya kepada Aktualita, pihak Etihad Airways mengungkapkan jika hal tersebut merupakan persyaratan keselamatan bagi setiap penumpang agar mampu melakukan evakuasi pesawat jika dalam keadaan darurat.

Berikut pernyataan lengkap pihak Etihad Airways yang diwakili oleh Phoenix Communications yang merupakan konsultan PR Etihad Airways di Indonesia seperti yang diterima redaksi pada Rabu, (13/4).

Ketika seorang penumpang di kursi roda tidak dapat membantu diri mereka sendiri dalam evakuasi – seperti hal nya yang terjadi dengan ibu Ariyani – maka penumpang diwajibkan untuk melakukan perjalanan dengan asisten keselamatan atau relawan yang harus ditemukan antara sesama penumpang atau ada anggota kru tambahan yang ditunjuk untuk bertindak sebagai asisten keselamatan,” tulis pernyataan tersebut

Kami menyesal bahwa ibu Ariyani tidak diberitahukan tentang persyaratan ini sampai dia dalam pesawat dan kemudian staf kami gagal untuk mengikuti/melakukan prosedur dan menunjuk seorang asisten keselamatan.  Kami telah meminta maaf yang sedalam-dalamnya dan tanpa syarat padanya untuk kejadian ini, secara pribadi dan dalam pernyataan publik.

Ini adalah insiden yang tidak lazim  dan tidak mencerminkan pengalaman Etihad yang telah menangani lebih dari 300.000 penumpang penyandang cacat yang terbang bersama Etihad Airways pada tahun 2015 saja.

Anggota guest relations kami dan tim manajemen lokal telah sepakat untuk bertemu dengan ibu Ariyani di Jakarta pekan ini untuk menyampaikan permintaan maaf secara pribadi dan untuk membahas bagaimana cara agar bisa meningkatkan sistem kami di masa depan untuk memastikan tidak ada lagi pengulangan insiden seperti ini. Pertemuan ini seharusnya dilakukan secara pribadi/private antara ibu Ariyani, suaminya dan Etihad Airways saja.

Kemudian, adanya komentar yang berkaitan dengan keluarga di media dan ketentuan bahwa pertemuan berlangsung di tempat yang tidak netral – di kantor bantuan hukum – menyebabkan kekhawatiran bahwa tujuan rapat telah berubah dari apa yang telah disepakati bersama. Sebagai konsekuensinya, kami tidak dapat melanjutkan pertemuan tersebut dan telah menyampaikan hal ini kepada ibu Ariyani.

Kami mengulangi permintaan maaf kami untuk ibu Ariyani atas insiden yang tidak lazim ini dan menegaskan lagi komitmen kami untuk menemukan cara yang cocok untuk menyelesaikan hal ini. (PR)

Like it? Share it!

Leave A Response