Muhammad Idrus : Kesenjangan Ekonomi Jakarta Terendah Kedua Setelah Papua

Wednesday, Feb 24, 2016 | 933 views

Aktualita.co : Dewan Pimpinan Wilayah Barisan Muda Penegak Amanah Nasional (BM-PAN) DKI Jakarta, menggelar Kajian Dialogis yang diselenggarakan dalam rangka menyongsong Pilkada DKI 2017 mendatang.

muhammad idrus

Acara Kajian Dialogis digelar di Warung Komando, Jl. Dr. Saharjo, Tebet, Jakarta Selatan mengangkat Tema tentang, MENGKRITISI PEMBANGUNAN JAKARTA” Tinjauan Kritis Sisi Kebudayaan & Humanisme.(24/02).

Selain dihadiri oleh ratusan Pemuda dari berbagai organisasi kepemudaan Acara Kajian Dialogis ini dihadiri juga oleh tokoh-tokoh nasional, dari kalangan Politisi, Budayawan, Tokoh Masyarakat serta Tokoh Muda Jakarta.

Acara Kajian Dialogis itu Juga turut diramaikan oleh pembicara seperti Eko H. Purnomo (Anggota DPR RI), JJ. Rizal (Sejarawan/Budayawan), Dr. Bambang Kusumanto (Anggota DPRD DKI), dan Muhamad Idrus (Tokoh Muda Jakarta) dengan dimoderatori oleh Fadli Arsil

Tokoh Muda Jakarta yang juga bakal calon Gubernur DKI Jakarta dari PKS, Muhammad Idrus hadir sebagai pembicara, dalam acara Kajian Dialogis tersebut, Idrus menuturkan Jakarta harus ada perubahan. Tidak hanya itu Pria Kelahiran Jakarta 28 Maret 1978 yang saat ini sebagai pengusaha muda menyebut perlunya perubahan di DKI Jakarta, dalam bidang SDM, infrastruktur dan lingkungan.

Dalam pemaparannya Muhamad Idrus menekankan bahwa ekonomi hanya dinikmati oleh kalangan menengah atas, sedangkan saat ini Gini Ratio (Kesenjangan Ekonomi)  Jakarta 0,43 nomor dua terendah di indonesia setelah Papua.

Idrus juga menambahkan, menyinggung bahwa toleransi bukan hanya pada saat perayaan keagamaan. Menurutnya “toleransi” pada pembangunan Jakarta benar-benar tidak toleran. Artinya yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin.

Pada kesempatan tersebut, sejarawan juga budayawan Jakarta JJ Rizal mengungkapkan bahwa Jakarta hari ini hanya melindungi aristokrasi kapitalis dan aristokrasi politik

Adapun Dr. Bambang Kusumanto mengatakan saat ini 12 prioritas pembangunan  DKI Jakarta hampir 100% orentasinya hanya pembangunan fisik belaka. Padahal ujung semua kesuksesan  adalah dimulai dengan pembangunan manusianya

Walau datang sedikit telat Eko H Punomo atau biasa di sapa Eko Patrio, mengkritisi prihal kepemimpinan Ahok. Menurut Eko Patrio, pemimpin yang baik adalah pemimpin yang bertutur kata baik, yang tidak marah-marah terus.

Like it? Share it!

Leave A Response