Kereta Api Jayabaya, Kereta Ekonomi Non Subsidi

Posted on

kereta

Aktualita.co – PT. KAI terus melakukan pembenahan dan peremajaan terhadap berbagai kereta yang dimilikinya, termasuk kereta api kelas ekonomi. Salah satu wujud dari upaya pembenahan tersebut adalah dengan meluncurkan kereta api Jayabaya yang beroperasi kelas ekonomi untuk relasi Stasiun Pasar Senin – Malang dan beroperasi perdana pada Sabtu, (18/10).

Dari pantauan Aktualita.co di Stasiun Pasar Senen, terlihat PT KAI terus mempromosikan kereta jarak jauh menengah baru ini dengan memasang berbagai spanduk di sudut-sudut strategis Stasiun Pasar Senen.

Menurut Direktur Utama Kereta Api Ignasius Jonan, Jayabaya merupakan rangkaian pertama dari 160 armada baru yang akan diluncurkan oleh KAI hingga 2020 akan datang. (Baca juga : PT KAI Akan Menghapus Kereta Kelas Bisnis)

Sebelum hadir kereta api Jayabaya kelas ekonomi ini, PT KAI pernah mengoperasikan Jayabaya kelas bisnis pada 1989-2006.  Walau melayani kelas ekonomi, tetapi karena non subsidi (tanpa public service obligation (PSO)) maka harga kereta Jayabaya ini lebih mahal dibanding kelas ekonomi seperti umumnya. PT Kereta Api mematok tarif batas atas Rp 400.000 dan batas bawah Rp 190.000.

Walaupun demikian, sejumlah fasilitas seperti layaknya kereta eksekutif disematkan di kereta ini seperti pendingin ruangan, toilet duduk, dan colokan listrik di setiap kursi. Satu-satunya perbedaan tampak pada jenis kursi dan daya angkut atau kapasitas masing-masing gerbong.

Selain itu, kereta api Jayabaya juga memiliki gerbong khusu difabel. “Gerbong khusus difabel ini didesain khusus bagi penyandang cacat dengan ukuran lorong dan pintu lebih luas, sehingga bisa untuk kursi roda. Penyandang cacat pun bisa menggunakan kursi roda saat masuk toilet,” ujar Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daops 8, Sumarsono di sela-sela peluncuran KA Jayabaya Malang-Jakarta Stasiun Pasar Senen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *