Jumpa pers pembukaan Fashionlink di Senayan City, Jakarta, Senin (3/11). (Foto: Humas Kemendag)

Kemendag Fasilitasi Fashion Design Indonesia Ke Pasar Dunia Melalui Ajang Fashionlink

Posted on

Aktualita.co – Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) Kementerian Perdagangan menggelar  kegiatan Fashionlink yang mempertemukan desainer Indonesia yang siap go international dengan para pelaku bisnis fashion baik yang berasal dari Indonesia maupun luar negeri.

“Kemendag berupaya menentukan strategi promosi efektif untuk dapat memenuhi permintaan dan menciptakan pasar baru, terutama ke pasar internasional,”ujar Direktur PengembanganProduk Ekspor, Kemendag, Sulistyawati , dalam jumpa pers pembukaan Fashionlink, di Jakarta, hari ini (3/11 yang akan berlangsung hingga 7 November yang akan datang.
Jumpa pers pembukaan Fashionlink di Senayan City, Jakarta, Senin (3/11).  (Foto: Humas Kemendag)
Jumpa pers pembukaan Fashionlink di Senayan City, Jakarta, Senin (3/11). (Foto: Humas Kemendag)
Fahionlink sejatinya bukanlah hal yang pertama digelar, melainkan sudah menjadi yang ketiga kalinya. Hanya saja sebelumnya bernama Buyers Room. Kegiatan Fashionlink ini merupakan bagian dari acara Jakarta Fashion Week (JFW) 2015 yang digelar sejak 1-7 November 2014 di Senayan City, Jakarta.
Menurut data Kementerian Perdagangan, ekspor Indonesia dalam bidang fashion tergolong cukup baik. Pada periode 2009 – 2013, tren ekspor produk fesyen mengalami pertumbuhan positif sebesar 10,59% per tahun.  Sementara itu, nilainya selama Januari – Juli 2014 mencapai USD 8,47 miliar atau naik sebesar 17,30% dibanding nilai ekspor produk fesyen periode yang sama tahun 2013. Produk fesyen Indonesia yang mendominasi pasar ekspor terdiri dari produk pakaian jadi dengan nilai sebesar USD 4,65 miliar (54,88%); alas kaki USD 2,36 miliar (27,85%); perhiasan USD 1,46 miliar (17,26%); dan arloji USD 1,43 juta (0,02%).
Adapun negara uang yang menjadi negara pasar utama ekspor Indonesia, antara  lain Amerika Serikat, Jepang, Afrika Selatan, Jerman, dan Uni Emirat Arab.  Melihat peluang pasar yang begitu besar, Sulistyawati mengimbau para pelaku usaha produk fesyen dapat memanfaatkan setiap peluang.
“Saya berharap mereka mampu manfaatkan peluang, menciptakan manajemen yang efektif, tren dan inovasi baru, serta pengembangan merek sebagai identitas produk,” ujar Sulistyawati.
Sumber: Humas Kemendag

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *