Keluarga Berperan Penting Kurangi Kekerasan Terhadap Anak

Posted on

kampanye anak

Aktualita.co – Suasana cars free day Jakarta Minggu, (7/9/2014) berlangsung lebih semarak. Salah satunya dengan kegiatan kampanye yang mengangkat tema Lingkungan Layak Anak Dimulai dari Rumah. Kampanye ini merupakan puncak dari seluruh rangkaian kampanye perlindungan anak yang dilakukan Wahana Visi Indonesia, mitra dari World Vision International.

Laura Hukom selaku Direktur Advokasi World Vision Indonesia mengatakan, mayoritas kekerasan pada anak terjadi di lingkungan terdekat seperti rumah. Kondisi ini patut menjadi perhatian bersama oleh pemerintah, lembaga-lembaga pemerhati anak, masyarakat, dan terutama keluarga.

“Keluarga memegang peranan penting dalam perlindungan anak, karena keluarga adalah pihak pertama yang dikenal dan dipercaya oleh anak sejak lahir. Penting bagi orang tua untuk memiliki dan membangun pemahaman bersama anak-anak akan hak dasar anak, terutama hak perlindungan,” ungkap Laura Hukom di Jakarta, Minggu (7/9).

Menurut data dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pada tahun 2014, terdapat 342 kasus kekerasan terhadap anak di Jakarta. Setengah dari seluruh kasus yang berkaitan dengan kekerasan seksual. Pada 2013, terdapat 3,023 kasus kekerasan terhadap anak di Indonesia, 58 persen dari kasus yang berkaitan dengan kekerasan seksual.

Orang tua dan keluarga sebagai bagian terdekat anak-anak memiliki peran paling penting dalam mengurangi jumlah kekerasan terhadap anak melalui 3 bagian hal penting yaitu Sensitif, Percaya, dan Peduli pada anak-anak. Orang tua harus mengajarkan anak-anak untuk berani mengatakan TIDAK ketika mereka disentuh oleh orang lain, untuk memberitahu kondisi buruk mereka, dan menolak korban buruk dari orang lain. Komunikasi yang terbuka juga penting karena akan mendorong anak-anak untuk memberitahu orang tua atau guru ketika mereka menjadi korban pelecehan atau menyaksikan penyalahgunaan dan kekerasan di dekat mereka.

“Kami ingin mengajak semua pihak secara aktif memahami dan mengupayakan perlindungan anak. Semua bentuk perlindungan anak harus kita lakukan dengan mengedepankan apa yang menjadi kepentingan terbaik anak. Salah satu caranya adalah mengedepankan keterbukaan komunikasi antara orangtua dan anak,” tambah Laura.

Kampanye perlindungan anak yang dilakukan oleh Wahana Visi ini sudah dimulai sejak Mei 2014 di sembilan provinsi di Indonesia, antara lain Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Jawa Timur, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, dan Papua.

Kampanye bertujuan melindungi empat Hak Dasar Anak yakni hak hidup, hak tumbuh kembang, hak partisipasi, dan hak perlindungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *