Kecanggihan Senjata Subsonic SS2-V7 Buatan Pindad

Thursday, May 12, 2016 | 4420 views

Aktualita.co – Senjata subsonic merupakan senjata yang banyak digunakan untuk operasi-operasi khusus seperti untuk penyergapan, anti teroris hingga perang. Salah satu penggunaan senjata subsonic yaitu pada operasi Woyla yang dilakukan Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Saat itu pasukan khusus Angkatan Darat (AD) tersebut menggunakan MP5, senapan subsonic asal Jerman.

SS2 V7

SS2 V7

Saat ini, PT Pindad telah berhasil memproduksi senjata Subsonic untuk kebutuhan tentara nasional Indonesia. Salah satu keunggulan senjata subsonic adalah keberadaan penembak tidak bisa diketahui lawan. Tanpa suara tiba-tiba musuh terjatuh.

Senjata subsonic buatan PT Pindad Persero adalah senapan SS2-V7 yang menggunakan peluru kaliber 5,56 mm dan juga PM2-V2 yang menggunakan peluru kaliber 0.9 milimeter. Untuk peluru, senjata subsonic menggunakan peluru khusus. Senapan juga tidak perlu dikokang saat akan menembak.

“Namun senapan dan peluru subsonic ini hanya untuk pasar dalam negeri. Tidak akan kita ekpor,” ungkap  Direktur Utama PT indad (Persero), Silmy Karim.

Alasan PT Pindad tidak akan mengekspor senjata subsonic buatan mereka karena menyangkut kerahasiaan dan kelebihan teknologi Pindad. Karena itu, Pindad membatasi penjualannya. Sejauh ini hanya TNI AD yang sudah menggunakan senapan dan peluru senyap ini.

Seperti diketahui penamaan SS2 mengacu pada akronim senapan serbu versi 2. Pt Pindad mengklaim bahwa salah satu senjata buatan mereka yang paling laris adalah tipe SS2. Sebelum mengeluarkan SS2-V7 yang merupakan senjata subsonic, sebelumnya telah dibuat senjata SS2-v1 jenis standart riffle, ss2-v2 carbine dan para-sniper SS2-V4.

Spesifikasi SS2-V7

Secara fisik tampil SS2-V7 mirip dengan pendahulunya SS2-V5 dimana perbedaannya terletak pada bagian depan terdapat tabung peredam panjang. saat ditembakkan hanya ada sedikit suara. Hebatnya, SS2-V7 memiliki suara yang lebih senyap dibandingkan MP7 buatan Jerman.

SS2-V7 mempunyai berat kosong 3,35 kilogram. Panjang dengan gagang 775 milimeter. Sedangkan panjang laras 225 milimeter. Senapan ini efektif digunakan pada jarak 200 meter.

Senjata ini sendiri diharapkan bisa menjadi batu loncatan untuk momentum kemandirian industri militer Indonesia.

Like it? Share it!

Leave A Response