Kasus Ramadhan Pohan Hingga Diperiksa Polda Sumatera Utara

Wednesday, Jul 20, 2016 | 559 views

Aktualita.co – Politikus Partai Demokrat, Ramadhan Pohan dijemput paksa dari Jakarta dan langsung digiring untuk diperiksa di Polda Sumatera Utara (Sumut) pada Selasa malam, 19 Juli 2016. Penyidik telah dua kali melayangkan surat panggilan kepada Ramadhan namun tidak dipenuhi dengan alasan sakit hingga akhirnya dia dijemput di kediamannya di Jakarta.

Ramadhan Pohan sendiri membantah jika dirinya dijemput paksa. Ia menyebut jika dirinya merespon panggilan dirinya dan bukan dijemput paksa.

Kasus yang menimpa Ramadhan Pohan bermula dari laporan atas dugaan penipuan yang dilakukan Ramadhan Pohan. Tak hanya satu laporan tetapi dua laporan. Laporan pertama yaitu dengan nilai Rp4,5 miliar yang terkait dengan penjemputan paksa Ramadhan semalam dan laporan kedua dengan nilai Rp10,8 miliar. Pihak yang melaporkan Ramadhan adalah masing-masing anak dan ayah.

“Hampir bersamaan peminjaman uang itu,” ungkap Kadiv Humas Polda Sumut Kombes Pol. Rina Sari Ginting.

Berawal dari Pilkada Kota Medan

Awalnya Ramadhan meminjam uang tersebut saat dirinya akan turut dalam pemilihan Wali Kota Medan. Seperti diketahui Ramadhan Pohan ikut serta dalam pemilihan Walikota Medan pada tahun 2015 lalu dimana saat itu Ramadhan Pohan berpasangan dengan Eddie Kusuma (REDI) dan mendapat nomor urut 2.

Ramadhan Pohan disebut-sebut meminjam uang Rp4,5 miliar dengan tenggat seminggu dan janji imbalan Rp600 juta. Mantan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) itu juga memberikan jaminan selembar cek.

“Namun setelah satu minggu korban mencairkan cek ternyata dananya tidak mencukupi,” kata Rina lagi.

Hal ini juga dibantah oleh Ramadhan Pohan. Seperti dikutip Kompas, Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat ini menyebutkan bahwa dirinya tak pernah berutang apa pun kepada pihak lain semasa mencalonkan diri sebagai wali kota Medan.

“Waktu itu saya memang banyak dibantu orang dan tidak ada bantuan yang disertai bon utang sama sekali. Makanya, saya juga heran ini kenapa tiba-tiba saya disuruh melunasi utang dan dianggap menipu karena tak melunasi utang,” tutur Ramadhan Pohan.

Like it? Share it!

Leave A Response