Kasus Kematian Mirna : Biarkan Polisi Bekerja Profesional

Monday, Feb 1, 2016 | 972 views

Aktualita.co – Setelah kurang lebih hampir sebulan sejak kematian Mirna pada 6 Januari 2016 lalu, Polda Metro Jaya menetapkan  Jessica  sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan Mirna yang disebutkan akibat minuman kopi yang diberi Sianida.

Baca Juga : Kronologi Penangkapan Jessica Yang Menjadi Tersangka Kematian Mirna

“Penetapan tersangka pada Jessica telah melalui mekanisme penyelidikan dan penyidikan yang berlaku berdasarkan prosedur yang diatur dalam UU Kepolisian dan KUHP,” ungkap Direktur Eksekutif Kajian Hukum Kriminal Indonesia Development Monitoring (IDM) Dewi Pringgodani,SH.MH pada Senin, (1/2).

Atas alasan tersebut, Dewi Pringgodani menghimbau agar para pakar hukum, psikologi kriminal serta akademisi dan mantan penegak hukum untuk tidak terlalu dalam mencampuri kasus ini dengan mengunakan pendapat pendapat yang belum tentu benar.

Menurutnya banyak kasus yang bisa dijadikan jurispendesi dalam pengungkapan kasus pembunuhan Mirna, seperti pembunuhan aktivis  HAM yang disangkakan pada Muhdi PR yang akhirnya terbukti bahwa Muhdi PR bebas Dan tidak terbukti melakukan pembunuhan. Justru yang terbukti adalah Policarpus,

“Selayaknya sebagai  pakar psikologi forensik, mantan hakim, maupun ahli-ahli/komentator lainnya tidak memberikan “judgement” secara  subyektif bahwa Jessica  tidak layak dijadikan tersangka oleh Polisi, termasuk mengomentari bahwa sebenarnya pelaku peracunan kopi Mirna ada di luar TKP,” ungkapnya.

Komentar-komentar yang diungkapkan para ahli sifatnya subyektif, menurut penilaian pribadi, tidak berdasarkan fakta-fakta hasil penyidikan dan apalagi tidak punya data data yang kuat seperti penyidikan yang dilakukan oleh penyidik Polri .

Menurut Dewi, sangat tidak etis dalam segi keilmuan, karena  sama saja berarti mengatakan di depan bahwa penyidikan oleh Penyidik adalah “PASTI SALAH” penetapan Jessica sebagai  Tersangka  bukan akhir dari segalanya, karena proses sistem peradilan pidana masih berjalan dan akan berlanjut ke Tahap Penuntutan di Persidangan,

“Kita percayakan saja pada sistem yang  ada. Jangan menebar spekulasi di media yang dapat membingungkan masyarakat sebab masyarakat kita masih terbiasa menghadapi suatu pidana, khususnya kasus pembuhunan yang mengharuskan pelakunya mengakui pembunuhan tersebut,” ulas Dewi.

“Mari kita hormati kerja penegak hukum dalam memberikan keadilan pada keluarga Mirna tanpa mengesampingkan praduga Tak bersalah pada Jessica,” pungkasnya.

Like it? Share it!

Leave A Response