KAI Ingin Kembalikan Citra Lawang Sewu

Posted on

lawang sewu

Aktualita.co – Lawang Sewu adalah salah satu cagar budaya dan bagian dari 102 bangunan kuno yang berada di Kota Semarang. Beberapa tahun lalu, Lawang Semu lebih dekat dengan citra mistisnya akibatnya seringnya Lawang Sewu dijadikan tempat untuk syuting film maupun program televisi yang beraroma mistis.

Padahal Lawang Sewu adalah aset bangsa yang sebenarnya sangat dekat dengan sejarah perjuangan Indonesia. Lawang Sewu menjadi saksi peristiwa Pertempuran lima hari di Semarang (14 Oktober – 19 Oktober 1945). Gedung tua ini menjadi lokasi pertempuran yang hebat antara pemuda AMKA atau Angkatan Muda Kereta Api melawan Kempetai dan Kidobutai, Jepang.

Tak hanya itu gedung yang dibangun 1904 ini pernah digunakan sebagai kantor Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) atau kantor jawatan Kereta Api Belanda yang selanjutnya digunakan sebagai kantor Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI)  yang menjadi cikal bakal PT. Kereta Api.

Untuk mengembalikan citra inilah sejak tahun 2010, setelah direnovasi, maka Lawang Sewu tidak lagi diinjinkan untuk syuting film horor. “Aturan khusus untuk Lawang Sewu adalah tidak boleh untuk syuting film berbau mistis, ” kata manajer museum PT KAI, Sapto Hartoyo di kawasan Lawang Sewu seperti dikutip TribunNews, Selasa (7/10).

“Kami ingin mengembalikan image Lawang Sewu, yang kami kedepankan adalah bangunannya atau arsitekturnya,” tegasnya.

Sedangkan bagi penggunaan Lawang Sewu untuk film non horror, pengelola memberlakukan tarif 3 juta perjam untuk syuting di luar ruangan. Sedangkan untuk di dalam ruangan dikenakan tarif Rp. 15.000/meter

Sedangkan bagi Anda yang ingin menjadikan Lawang Sewu sebagai lokasi foto prewedding dikenakan tarif Rp. 330.000/jam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *