Wartawan Jurgen Todenhofer bersama pejuang ISIS (foto: AlJazeera)

Jürgen Todenhöfer; Wartawan Barat Pertama Yang Meliput Di Daerah Kekuasaan ISIS

Posted on
Wartawan Jurgen Todenhofer bersama pejuang ISIS (foto: AlJazeera)
Wartawan Jurgen Todenhofer bersama pejuang ISIS (foto: AlJazeera)

Aktualita.co – Jürgen Todenhöfer (74) disebut-sebut sebagai wartawan Barat pertama yang masuk ke daerah kekuasaan ISIS dan aktif melakukan peliputan di sana. Ia menghabiskan waktunya 10 hari di Mosul bersama para anggota ISIS.

Tentu saja hal ini mengagetkan banyak pihak, karena ISIS saat ini dikenal belum membuka diri terhadap wartawan asing.

Menurut pengakuan Jürgen Todenhöfer dalam wawancaranya bersama Al – Jazeera, pertama-tama ia membangun komunikasi dengan lebih 80 pejuang ISIS asal Jerman melalui Facebook. Todenhöfer memewancarai mereka tentang alasan mereka meninggalkan Jerman dan sebagainya. Dari sana salah satu jawaban yang diterimanya salah seorang pejuang tersebut mengatakan ia tidak bisa berbicara tentang ISIS tetapi bisa menghubungkannya dengan seseorang dibagian media.

Selama 7 bulan Todenhöfer berdiskusi dengan orang tersebut. Setidaknya jika dikumpulkan mereka menghabiskan 20 jam diskusi. Banyak hal yang mereka diskusikan termasuk soal ideologi, situasi perang dan pembunuhan James Foley.

Todenhöfer pun berbicara tentang jaminan dan mengatakan hanya akan ke wilayah ISIS jika mendapat jaminan keselamatan. Hingga kemudian Todenhöfer mendapatkan jaminan dan merasa yakin bahwa dia bisa mempercayai jaminan keselamatan tersebut.

Dalam liputannya ada 800 foto yang dikumpulkannya dan semuanya diperiksa oleh ISIS. Dan mereka hanya menghapus 9 diantaranya dengan alasan jika foto tersebut tersebar bisa berbahaya bagi pejuang ISIS yang ada di foto tersebut.

Bukan hal mudah bagi Todenhöfer untuk melakukan wawancara. Kadang-kadang mereka tanpa makanan atau minuman. Bahkan pernah suatu waktu ada drone mengindentifikasi adanya seseorang dan menjatuhkan bom.

Menurut Todenhöfer ada tiga hal yang paling berkesan setelah kunjungannya ke wilayah kekuasaan ISIS tersebut. Pertama, ISIS lebih kuat dari yang kita pikirkan. “Mereka telah menaklukkan daerah yang lebih besar dari Inggris. Setiap hari, ratusan pejuang antusias baru tiba. Ada antusiasme yang luar biasa yang belum pernah saya lihat di zona perang,” ungkap Todenhöfer yang berpengalaman meliput perang.

Kedua, kebrutalan mereka dalam melenyapkan agama lain dan Ketiga, selamaa ini strategi negara-negara Barat benar-benar salah. Dengan bombardir bom tersebut, Barat tidak akan pernah berhasil. “Kami belum berhasil di Afghanistan; kami belum berhasil di IrakHanya ada sedikit teroris sebelum 2001 dan pemboman tersebut, yang menewaskan ratusan ribu orang telah menciptakan teroris dan meningkatkan terorisme,” jelas Todenhöfer.

Ditanyakan apa saran Todenhöfer untuk mengalahkan ISIS, ia memberikan tiga solusi yaitu memperlakukan mereka dengan cara yang adil, untuk melihat mereka sebagai sama; sebagai rekan. Kedua, menghentikan pemboman; dan ketiga, saya pikir hanya Irak Sunni dapat mengalahkan ISIS.

(ALJAZEERA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *