Penandatangan MoU oleh Ketua DPR RI Irman Gusman dan Ketua Dewan Federasi Rusia Valentina Ivanova Matviyenko mengenai peningkatan kerjasama antarparlemen melalui dialog dan konsultasi. (Foto:DPD)

Irman Gusman: Indonesia dan Rusia Selayaknya Saling Mendukung dan Memahami

Posted on
Penandatangan MoU oleh Ketua DPR RI Irman Gusman dan Ketua Dewan Federasi Rusia Valentina Ivanova Matviyenko mengenai peningkatan kerjasama antarparlemen melalui dialog dan konsultasi. (Foto:DPD)
Penandatangan MoU oleh Ketua DPR RI Irman Gusman dan Ketua Dewan Federasi Rusia Valentina Ivanova Matviyenko mengenai peningkatan kerjasama antarparlemen melalui dialog dan konsultasi. (Foto:DPD)

Aktualita.co – Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Irman Gusman menganggap Republik Indonesia dan Rusia dapat maju dan membangun bersama. Ini tercermin dari hubungan bilateral kedua negara mengalami perkembangan yang signifikan. Hubungan persahabatan dan kemitraan antara Indonesia dan Rusia memiliki landasan yang strategis pada tingkatan global, regional, dan bilateral.

“Dua bangsa dan negara yang bersahabat selayaknya saling mendukung dan memahami. Saya melihat masih banyak potensi kerjasama yang dapat dikembangkan oleh kedua bangsa dan negara ini,” ungkap Irman dalam pidato sambutannya atas kedatangan Ketua Dewan Federasi Federasi Rusia Valentina Ivanovna Matvienko beserta delegasi dalam pertemuan khusus yang dihadiri oleh para senator dan para tamu undangan di Gedung Nusantara IV Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (12/11).

Irman menyebut bahwa menguatnya hubungan Indonesia-Rusia sebagai salah satu elemen yang berkontribusi terhadap kemajuan kedua negara. Sebagai gambaran, DPD menyelenggarakan pertemuan khusus untuk menyambut delegasi Dewan Federasi karena DPD dan Dewan Federasi sebagai cerminan kepentingan rakyat Indonesia dan Rusia.

Kerjasama kedua lembaga perwakilan diresmikan melalui penandatanganan memorandum of understanding (MoU) di hadapan para senator. MoU itu menjadi tonggak persahabatan dan kemitraan, bukan hanya antar lembaga perwakilan namun juga bagi rakyat Indonesia dan Rusia. “Rusia bukan teman baru bagi Indonesia, namun Rusia adalah sahabat lama di era yang baru bagi Indonesia. Semoga kedua bangsa dan negara kita terus berjaya.”

Bermodalkan kestabilan politik-sosial dan pertumbuhan ekonomi, berpenduduk 250 juta dan penganut Islam terbanyak di dunia, Indonesia siap menyongsong masa depan yang cerah dalam kerjasama bilateral yang saling mendukung dan memahami. “Kami siap menyongsong masa depan Indonesia yang cerah, Indonesia Baru. Indonesia telah memiliki mesin pemerintahan dan parleman baru,” Irman menegaskan optimismenya di hadapan tamu.

Hubungan RI – Rusia pada Tiga Pilar Utama

Irman menyebut bahwa menguatnya hubungan Indonesia dengan negara-negara sahabat di segala bidang, khususnya dengan Rusia, sebagai salah satu elemen yang berkontribusi terhadap kemajuan Indonesia. Sebagai gambaran adalah intensnya kunjungan/pertemuan pejabat tinggi negara di tiga pilar utama (eksekutif, yudikatif, legislatif).

Kedekatan hubungan di bidang politik ini menjadi landasan kokoh untuk mendukung pemajuan hubungan kedua negara di bidang lainnya. “Di bidang politik, Indonesia-Rusia merasakan semakin eratnya hubungan.”

Pada pilar eksekutif, pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di sela Konferensi Tingkat Tinggi Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) di Beijing, Tiongkok, Senin (10/11), sebagai pertemuan kelima antarpresiden kedua negara dalam tiga tahun terakhir.

Pada pilar yudikatif, bulan Oktober lalu kunjungan Ketua Mahkamah Agung (MA) ke Rusia. Bertepatan pula Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) tengah berada di Rusia untuk menandatangani memorandum kerjasama dengan Mahkamah Konstitusi Federasi Rusia

Di pilar legislatif, tahun lalu dan tahun ini kunjungan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), dan kunjungan Ketua DPD beserta delegasi ke Rusia. Di pihak Rusia, pimpinan Duma Negara berkunjung ke Gedung DPD ini. “Dan, tentu saja kali ini kunjungan istimewa.”

Irman pun menyinggung beberapa kerjasama bilateral di bidang ekonomi, dan sosial budaya. Di bidang ekonomi, hubungan Indonesia-Rusia menggembirakan, baik di sektor perdagangan, investasi, maupun pariwisata. Namun begitu, angka-angka peningkatannya masih belum mencerminkan potensi kerjasama ekonomi yang sebenarnya. “Kita harus bersama menempuh langkah-langkah lebih maju dan inovatif.”

Di bidang sosial budaya, dia menilai banyak perkembangan. Contohnya hasil pertemuan DPD dengan Dewan Federasi, Duma Negara, dan Kementerian Luar Negeri, pada tahun lalu di Moskow. Para pihak membahas upaya peningkatan kerjasama antarkota dan antar provinsi kedua Negara, juga kerjasama di bidang media dan di bidang pendidikan untuk mempererat kontak antara rakyat Indonesia dan Rusia.

“Hasil konkritnya telah terwujud,” Irman menyambung, seraya menyinggung jumlah mahasiswa Indonesia penerima beasiswa yang belajar di Rusia, jumlah universitas di Rusia yang mengajarkan tentang Indonesia, serta peluncuran media massa Rusia yang berbahasa Indonesia.

Merujuk perkembangan menggembirkan di tiga bidang itu, yakni politik, ekonomi, dan sosial budaya, Irman menyimpulkan bahwa kemajuantersebut menandakan semakin dewasanya hubungan Indonesia-Rusia.

Kebijakan “Melihat ke Timur”

Pada lingkup kawasan, utamanya menyangkut kepentingan geostrategik, Irman menilai posisi dan peran Rusia yang signifikan bias mendorong negara-negara dunia sebesar Rusia untuk terlibat konstruktif dalam dinamika pembangunan kawasan.

Menurutnya, kebijakan “Melihat ke Timur” Rusia sejalan dengan perkembangan strategis di kawasan Asia-Pasifik. Apalagi, kawasan ini menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi dunia sekarang. “Kawasan yang dinamis, suatu kawasan yang dapat menentukan arah perkembangan ekonomi global ke depan.Peran konstruktif Rusia di Asia-Pasifik pada gilirannya dapat memberikan manfaat bersama bagi seluruh pihak.”

Dia meyakini, tentu saja Rusia memiliki strategi menghadapi berbagai perkembangan yang sedang dan akan terjadi di kawasan itu. Strategi yang antara lain mengantisipasi pembentukan komunitas ASEAN tahun 2015 serta pengembangan kerjasama Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia Timur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *