Foto: kkp.go.id

Investasi Sektor Kelautan dan Perikanan Meningkat

Posted on
Foto: kkp.go.id
Foto: kkp.go.id

Jakarta, Aktualita.co – Sejumlah data menunjukkan bahwa investasi sektor kelautan dan perikanan terus meningkat. Hal ini tercermin dari potensi serta kekayaan sumber daya kelautan dan perikanan Indonesia yang diperkirakan mencapai  Rp 3.000 triliun per tahun dengan nilai aktivitas ekonomi perikanan pada tahun 2013 mencapai Rp 291,8 triliun. “Nilai aktivitas ekonomi tersebut meningkat Rp 36,4 triliun dibandingkan dengan tahun 2012”, tegas Sharif C Sutardjo, Menteri Kelautan dan Perikanan pada acara Marine and Fisheries Expo and Conference 2014 (MFEC) di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Rabu (27/8).

Tak hanya itu, hasil proyeksi Balitbang KKP economic size sektor perikanan di tahun 2014 mencapai Rp 337 triliun atau meningkat sebesar Rp 45,2 triliun dibandingkan dengan tahun 2013. Padahal 10 tahun lalu, nilai aktivitas ekonomi perikanan masih di bawah Rp 50 triliun dengan kenaikan rata-rata Rp 4,4 hingga 7,4 triliun per tahun. ”Beranjak dari hal tersebut, sektor ini dapat menjadi ‘ladang’ para investor di dalam pembangunan dan pengembangan industri kelautan dan perikanan secara terpadu dan berkelanjutan di Indonesia”, jelas Sharif.

Adapun nilai perdagangan sektor kelautan perikanan pada tahun 2012 lalu, mencapai 3,85 miliar dollar AS. Lalu pada tahun 2013 naik menjadi 4,19 miliar dollar AS. Lebih lanjut, menilik dari sisi penyediaan pangan khususnya produk olahan, tercatat jumlah produk olahan mencapai 5,16 juta ton atau meningkat sebesar 6,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.  “Hal ini menunjukkan kebijakan indutrialisasi yang dicanangkan KKP telah memberikan hasil positif bagi peningkatan produk perikanan nasional”, ungkap Sharif.

Bisnis produk perikanan non konsumsi pun mengalami kenaikan tren positif dan memiliki prospek yang menjanjikan secara ekonomi. Hal ini dapat dilihat dari capaian nilai perdagangan produk perikanan non konsumsi meningkat sebesar Rp 1,789 triliun atau sebesar 119 persen di tahun 2013 dari target sebesar Rp 1,5 triliun. Adapun nilai perdagangan produk non konsumsi terbesar disumbang oleh ikan hias yakni sebesar Rp 819 miliar dan tepung ikan sebesar Rp 611 miliar. “Bersandar dari data tersebut, maka sektor kelautan dan perikanan memiliki peran sangat penting dalam penyediaan bahan pangan dan bahan baku bagi industri, sumber penerimaan devisa, pengentasan kemiskinan, penyediaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan masyarakat”, tegas Sharif.

Pameran Terpadu Sektor Kelautan

Salah satu upaya mendorong investasi di sektor kelautan dan perikanan, KKP kembali menggelar pameran terpadu sektor kelautan dan perikanan atau Marine and Fisheries Expo and Conference (MFEC) terbesar di Indonesia. “Pameran yang mengusung tema Fisheries for Food Security ini digelar sebagai upaya dalam pengarusutamaan (mainstreaming) sektor kelautan dan perikanan sehingga berkontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia”, kata Sharif.

Lebih lanjut Sharif menjelaskan bahwa, promosi berskala internasional ini, bertujuan untuk menginformasikan produk, jasa, teknologi, hasil-hasil pembangunan, peluang usaha dan investasi sektor kelautan dan perikanan kepada masyarakat luas, sekaligus memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-69 tahun 2014. Diperkirakan, ajang bergengsi ini akan dihadiri oleh 10.000 orang pengunjung. Adapun peserta yang turut hadir  berasal dari Pemerintah pusat dan daerah, pelaku usaha, akademisi, lembaga swadaya masyarakat di sektor kelautan dan perikanan beserta pendukungnya termasuk Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.

Dalam kegiatan tersebut, nantinya terdapat delapan kegiatan inti, di antaranya Indonesia Aquaculture Expo and Seminar (IndoAqua), Indonesia Pear Festival (IPF), Indonesia Seafood Expo (ISE), Indonesian Ornamental Fish Non Edible Product Expo (INOFEX), Lomba Masak Serba Ikan Tingkat Nasional ke-12, sertaBusiness Conference sektor kelautan dan perikanan sebagai tahap pertama. Tak ketinggalan, ajang berskala internasional itu juga akan diikuti pameran Negara anggota D-8 (Developing Eight Countries Expo) yakni, Bangladesh, Mesir, Indonesia, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan, dan Turki.
Sementara, untuk tahap kedua, akan ada Ocean Investment Summit bertajuk “Indonesia Menuju Negara Maritim yang Maju dan Sejahtera” di bulan September 2014, yang dirangkai dengan Pameran 7 Wahana Ekonomi Maritim meliputi transportasi laut, industri maritim, bangunan laut, jasa kelautan, energi dan sumber daya mineral, perikanan dan pariwisata bahari. Rencananya, kegiatan Ocean Investmen Summit dikemas dalam bentuk konferensi kelautan dengan Keynote Speaker Presiden RI. Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden RI terpilih dengan menghadirkan para pembicara yang terkait 7  Wahana Ekonomi Maritim yaitu Prof. Dr. BJ. Habibie, Menteri Perhubungan, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Menteri Perindustrian, Menteri Riset dan Tekonologi, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Menteri Lingkungan Hidup dan Staf Khusus Presiden RI Bidang Ekonomi. (*PR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *