Inilah Rilis Resmi Profil Kemiskinan Di Indonesia 2015 Menurut BPS

Monday, Jan 4, 2016 | 2430 views

Aktualita.co – Simpang siur mengenai profil kemiskinan di Indonesia menghiasi perdebatan di sosial media. Hal ini terjadi karena antara media yang satu menggunakan pembanding yang berbeda dengan media yang lainnya yang menarik kesimpulan mengenai naik atau turunnya angka kemiskinan di Indonesia.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis dalam berita resmi statistik pada 4 Januari 2015, disebutkan bahwa periode September 2015, jumlah penduduk miskin Indonesia 28,51 juta jiwa. Angka ini naik 2,7% (atau 0,78 juta orang) jika dibandingkan jumlah penduduk miskin (year on year) pada September 2014 yang sebanyak 27,73 juta jiwa.

Adapun penduduk miskin Indonesia disebut mengalami penurunan jika jumlah penduduk miskin September 2015 dibandingkan dengan angka di bulan Maret 2015. Angka kemiskinan pada periode Maret- September 2015 turun 0,03 juta jiwa, yakni dari 10,65 juta jiwa di Maret 2015 menjadi 10,62 juta jiwa di September 2015.

tabel jumlah penduduk miskin September 2014-205

Dalam sensus BPS ini disebutkan pula faktor yang menjadikan terjadinya penurunan jumlah penduduk miskin selama periode Maret 2015 – September 2015 yaitu karena inflasi umum yang relatif rendah (2.69%), turunnya harga beras, perekonomian triwulan III 2015 yang tumbuh 7,12persen dan perbaikan penghasilan petani yang ditunjukkan dengan kenaikan Nilai Tukar Petani.

Sebenarnya yang menarik dalam temuan BPS ini adalah komoditi yang berpengaruh besar terhadap nilai kemiskinan selain beras, ayam ras, daging ayam ras, mie instan, gula pasir, tempe dan tahu juga rokok kretek filter.

Pengertian Kemiskinan

BPS mengukur kemiskinan menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar (basic needs approach). Sehingga Kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur dari sisi pengeluaran.

Garis kemiskinan sendiri terdiri dari dua komponen yaitu makanan dan non makanan. Untuk non makanan disetarakan dengan 2100 kkalori per kapita per hari yang diwakili 52 jenis komoditi. Sedangkan garis Kemiskinan non makanan adalah kebutuhan minimum sandang, pendidikan, dan kesehatan. Kebutuhan ini diwakili oleh 51 jenis komoditi di perkotaan dan 47 jenis komoditi di pedesaan.

Anda bisa membaca penjelasan lengkap mengenai Profil Kemiskinan Di Indonesia 2015 melalui laman resmi BPS berikut.

Like it? Share it!

Leave A Response