Inilah Rahasia Kesuksesan Pendiri IKEA

Posted on

kamprad

Aktualita.co – Kini IKEA Indonesia telah berdiri megah di kawasan Alam Sutera Tangerang dan menjadi toko furniture terluas di Indonesia dan menjadi bagian dari jaringan 365 toko IKEA di 46 negara.  (Baca:  IKEA Indonesia Mulai Resmi Beroperasi)

Tapi tak banyak orang yang tahu mengenai sosok dari pendiri IKEA yaitu Ingvar Kamprad ketika pertama kali mendirikan IKEA pada di sebuah kota kecil di selatan Swedia dan membuat merek IKEA kini berharga setidaknya US$ 11 juta dan menjadi salah satu merek paling berharga di dunia.

Dari bisnisnya ini, Ingvar Kamprad yang kini berusia 88 tahun dicatat oleh Forbes memiliki kekayaan US$ 3,8 juta.

Malcolm Gladwell salah satu penulis yang bukunya dibaca tak kurang dari 4,5 juta pembaca mengungkapkan rahasia dibalik kesuksesan Ingvar Kamprad dalam membangun IKEA seperti yang ditulis dalam BusinessInsider pada Rabu (15/10).

Menurut Malcolm Gladwell, Kamprad memiliki sikap yang tidak begitu populer yaitu “disagreeableness” atau sikap yang tidak begitu peduli dengan ucapan orang yang menganggap idemu gila. Sikap ini merupakan bagian dari 5 ciri kepribadian selain, extrover, emosi yang stabil, kesadaraan dan terbuka pada pengalaman.

Berbicara dalam acara World Business Forum di New York pada minggu lalu, Gladwell menyebutkan bahwa pengusaha legendaris seperti Kamprad dan Steve Jobs memadukan kepribadian tersebut terutama disagreeableness.

Hal ini dijelaskan panjang lebar dalam buku terbaru Gladwel yang berjudul “David and Goliath”:

yang terpenting seorang inovator harus memiliki sikap disagreeableness… mereka orang-orang yang siap mengambil resiko sosial–melakukan hal-hal yang orang lain mungkin tak setuju.

Ini tidak mudah. Masyarakat kesal pada disagreeableness. Sebagai manusia kita didesain untuk mencari persetujuan dari orang-orang di sekitar kita. Namun pemikiran radikal dan transformatif tidak akan berhasil tanpa kesediaan untuk menerima tantangan.

Dan Kamprad, menurut Gladwel telah menunjukkan sikap disagreeableness.

Kampard pada tahun 1920an telah memulai berjualan korek pada usia 5 tahun dan pada tahun 1943 pada saat usianya 17 tahun ia mendirikan IKEA dan mulai berjualan furniture 5 tahun kemudian. Pada tahun 1956, dia memperkenalkan inovasi “flatpacking” dimana pembeli dapat merakitnya sendiri dan hal tersebut bisa menghemat banyak biaya.

Karena hal tersebut dia mendapat banyak boikot. Sehingga mustahil ia memproduksi furniturenya di Swedia dan memilih untuk pindah ke Polandia–sebuah keputusan yang tidak menyenangkan.

“Pada tahun 1961 itu sedang berlangsung perang dingin,” jelas Gladwel ” Dan pada puncak permusuhan antara Barat dan Timur. Kampard pindah dari Swedia ke Polandia.”

“Ini seperti memindahkan Walt Mart ke Korea Utara, ” hasilnya Kampard disebut penghianat,

Tetapi apakah Kampard peduli dengan ketak setujuaan orang-orang tersebut?

Tidak,” kata Gladwell. Karena dia bukan tipe orang yang peduli tentang apa yang rekan-rekannya pikirkan tentang dia.”

Dia adalah dia, dengan kata lain, disagreeableness. Dan dengan itu semua dia telah membuat perubahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *