Inilah Prestasi Indonesia di Cabang Olahraga Olimpiade Rio 2016

Friday, Aug 19, 2016 | 1706 views

Aktualita.co – Olimpiade musim panas 2016 di Rio de Janeiro, Brazil dimulai terhitung pembukaannya tanggal 5 Agustus 2016 silam. Berlangsung selama 17 hari dan berakhir pada tanggal 21 Agustus 2016, Olimpiade Rio 2016 merupakan gelaran olimpiade musim panas ke-31 yang diselenggarakan. Gelaran olahraga terbesar empat tahunan ini diikuti oleh lebih dari 11.000 atlet dari 205 negara dengan total 28 cabang olahraga.

olimpiade rio copy

Indonesia pun tak ketinggalan mengirimkan kontingen terbaiknya untuk  merebut medali di Olimpiade terinovatif ini. Tak kurang Indonesia mengirimkan 28 atlet yang bertanding di 7 cabang olahraga. Lalu cabang olahraga apa saja yang diikuti Indonesia, dan bagaimana catatan prestasinya ? Berikut daftarnya:

1. Renang

Meskipun awalnya atlet renang Indonesia tidak berhasil lolos babak kualifikasi, 2 wild card dikeluarkan sehingga dua atlet yakni Glenn Victor Susanto di nomor 100 m gaya kupu-kupu putra dan Yessy Yosaputra di nomor 200 m gaya punggung putri. Ajang bergengsi Rio 2016 merupakan prestise bagi karir seorang atlet, terlebih dapat bertanding dengan teknologi terinovatif dalam bidang olahraga. Dalam cabang olahraga renang, penghitung lap otomatis Omega akan mempermudah hitungan lap dan meringankan beban mental atlet jika menghitung lapnya sendiri selama pertandingan berlangsung.

2. Angkat Besi

Untuk cabang olahraga angkat besi, Indonesia mengirimkan 3 atlet putra di kelas 69 kg yakni Triatno, Deni, dan I Ketut Ariana, sedangkan di kelas 62 kg, Eko Yuli Irawan meraih medali perak, dan Muhammad Hasbi. Untuk kategori putri, Indonesia mengirimkan Dewi Safitri di kelas 53 kg dan Sri Wahyu Agustiani yang meraih medali perak di kelas 48 kg. Sensasi menonton pertandingan angkat besi berbeda dari sebelumnya karena penggunaan camera dolly sehingga memungkinkan penonton melihat setiap gerakan pengangkat beban.

3. Atletik

Untuk cabang atletik lompat jauh putri, Maria Natalia Londa meraih peringkat 12 dari total 19 orang dalam babak penyisihan, dan berada di peringkat 25 dari total 38 atlet di kualifikasi Grup B sehingga gagal untuk melanjutkan laga. Untuk cabang olahraga lari di nomor 100 m putra, Sudirman Hadi menunjukkan performa baik pada babak penyisihan dengan berada di urutan kedua dari total 8 orang pelari dengan kecepatan 10,77 detik sehingga lolos ke babak pertama. Namun ia tak berhasil lolos ke babak selanjutnya karena hanya meraih peringkat terakhir di heat 4.

4. Panahan

Dari Indonesia, Egha Riau Agatha Salsabila bertanding di nomor individu putra, Hendra Purnama bertanding untuk nomor team putra dan Muhammad Hanif Wijaya di nomor individu dan team putra. Sedangkan Ika Yuliana Rochmawati mewakili kategori wanita. Tak ketinggalan, dalam cabang olahraga panahan ini juga menggunakan kecanggihan teknologi berupa laser untuk menghasilkan poin  yang lebih akurat hingga hitungan milimeter. Selain itu, alat panah menggunakan sinyal frekuensi radio sehingga selalu diketahui keberadaannya untuk menjamin keamanan di lokasi.

5. Bulutangkis

Ini dia salah satu cabang olahraga yang selalu diunggulkan Indonesia dengan mengirimkan kontingen di semua kategori, yakni tunggal putri, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran. Pucuk di cinta ulam pun tiba, Indonesia berhasil meraih medali emas kategori ganda campuran Liliana Natsir dan Imam Tontowi. Medali emas sukses diraih oleh duet Liliana Tantowi mengungguli tim Malaysia, bertepatan dengan hari kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus. Lagu kebangsaan Indonesia Raya berkumandang menambah emosional momen bersejarah bagi Indonesia di Olimpiade Musim Panas 2016.

6. Sepeda BMX

Olimpiade Rio 2016 menjadi tahun bersejarah bagi Indonesia karena baru kali ini Indonesia diwakili dalam cabang olahraga sepeda BMX. Toni Syarifudin kini merasa lebih percaya diri karena telah berlatih di trek replika Olimpiade, di San Diego, Amerika Serikat, yang lebih sulit daripada trek pertandingan aslinya. Di Indonesia trek terbaik yang berada di Banyuwangi, masih jauh tingkatannya jika dibandingkan dengan trek latihan di Amerika Serikat. BMX membutuhkan waktu 40 detik dalam sekali pertandingan yang dibagi kedalam kelompok kategori pria dan wanita. Grup yang terdiri dari 8 orang dalam satu grup akan melintasi trek tanah 300 m hingga 400 m yang dilengkapi dengan loncatan dan rintangan.

7. Dayung

Sama halnya dengan BMX, La Memo juga menorehkan sejarah dayung Indonesia sebagai atlet pertama yang lolos dalam ajang bergengsi ini. Belum lagi, ia juga tercatat sebagai atlet Maluku satu-satunya yang berhasil mengukir prestasi akbar sepanjang sejarah cabang olahraga dayung Maluku. Untuk pertandingan ini, kejutan lain dihadirkan Rio 2016 dengan teknologi GPS sehingga dapat menampilkan kecepatan tim dan arah yang menambah daya tarik olahraga ini.

Like it? Share it!

Leave A Response