Inilah Meriam Chang Chong Buatan China Yang Meledak di Natuna

Posted on

Aktualita.co – Empat anggota TNI gugur dalam gladi bersih Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) di Tanjung Datuk, Natuna, Kepulauan Riau, Rabu (17/5) siang. Tak hanya itu, enam anggota lainnya dinyatakan mengalami luka ringan dan parah.

Hal ini terjadi setelah meriam buatan Tiongkok merek Chang Chong yang digunakan saat latihan gladi bersih tersebut meledak. Meriam tersebut digunakan dalam gladi bersih yang puncaknya akan berlangsung pada 19 Mei 2017 dan akan dihadiri oleh Presiden Jokowi.

Penyebab meledaknya meriam diduga karena kesalahan pada alat di meriam yaitu pada bagian pembatas elevasi yang tidak berfungsi. Walaupun saat ini sedang dalam proses investigasi.

Meriam yang meledak ini jenis Meriam Giant Bow. Meriam ini merupakan alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) Batalyon Artileri Pertahanan Udara Ringan (Arhanudri) 1 Kostrad.

Giant Bow adalah satu senjata penangkis serangan udara jarak sedang milik Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat.

Senjata ini digunakan Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) Angkatan Darat untuk melumpuhkan serangan udara.Gian Bow sendiri merupakan satu senjata yang dikategorikan Twin Gun, karena memiliki laras ganda.

Senjata ini merupakan senjata yang sangat efektif untuk melawan sasaran udara yang terbang rendah. Selain itu, senjata ini juga memiliki mobilitas yang sangat tinggi dalam pengoperasianya.

Meriam Gian Bow ini sendiri mampu menjatuhkan berbagai jenis Helikopter tempur dan pesawat. Tak hanya itu, meriam ini juga mampu menembus berbagai jenis tank seperti Scorpion dan Tarantula.

Dalam kejadian tersebut, sebanyak 9 unit Meriam merk Giant Bow disiagakan dalam Latihan PPRC TNI yang melibatkan tiga Angkatan tersebut. Masing-masing meriam diawaki tujuh personil. Ketujuh personil tersebut bertugas sebagai pengemudi, Komandan Regu, Penembak, dan Pelayan Amunisi.

Meriam yang digunakan dalam gladi bersih demonstrasi Latihan PPRC TNI tahun 2017 tersebut merupakan produksi Norinco Tiongkok yang didatangkan pada tahun 2003 lalu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *