Inilah Aturan Resmi MOS Berdasarkan PP No. 18 Tahun 2016

Tuesday, Jul 12, 2016 | 3702 views

Aktualita.co – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Anies Baswedan secara resmi melarang pelaksanaan Masa Orientasi Sekolah (MOS) oleh siswa termasuk oleh OSIS. Tetapi pelaksanaan MOS diarahkan dan dilakukan oleh guru atau pengajar.

masa orientasi siswa

“Meski pelaksananya anggota OSIS, akan tetap kami larang. Mulai tahun ini (pengenalan sekolah) harus dilakukan oleh guru atau pengajar,” ungkap Anies seperti dilansir Antara.

Kebijakan ini dilakukan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan karena kerap kali MOS dipenuhi oleh aksi pelonco atau bullying, bahkan kekerasan yang dilakukan senior terhadap adik kelasnya yang baru masuk sekolah, pada kegiatan itu.

Selain hanya melibatkan guru dalam kegiatan MOS, kegiatan ini juga dilakukan di dalam lingkungan sekolah pada jam-jam belajar. Oleh Anies, kegiatan MOS harus bersifat edukatif dan menyenangkan.

Tak hanya itu, dalam pelaksanaan MOS, Menteri Anies Baswedan melarang penggunaan atribut aneh-aneh. “Siswa pun harus pakai seragam seperti belajar sehari-hari. Tidak perlu pakai aksesoris aneh-aneh. Harus pakai atribut sekolah,” kata Anies.

Sekolah juga wajib meminta izin secara tertulis dan mendapatkan izin secara tertulis dari orangtua/wali calon peserta kegiatan pengenalan anggota baru ekstrakurikuler dan menyebutkan rincian kegiatan yang akan dijalani oleh siswa baru.

Sanksi Pemecatan Kepala Sekolah

Atas hal ini, Menteri Anies Baswedan akan memberikan sanksi tegas bagi sekolah yang menggelar MOS yang dilakukan oleh siswa. “Sekolah kalau sampai melanggar, kepala sekolahnya bisa diganti,” ungkap Anies.

Aturan terhadap pelaksanaan MOS tertera dalam Peratuan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 18 Tahun 2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah bagi Siswa Baru.

Apabila ada sekolah yang melaksanakan MOS tidak sesuai dengan ketentuan, masyarakat bisa melapor melalui http://sekolahaman.kemdikbud.go.id atau telepon ke 021-57903020, 021-5703303, faksimile ke 021-5733125, email ke laporkekerasan@kemdikbud.go.id atau layanan pesan singkat (SMS) ke 0811976929.

Like it? Share it!

Leave A Response