Ini Penjelasan MUI Soal Sertifikasi Halal Pada Jilbab

Thursday, Feb 4, 2016 | 2651 views

Aktualita.co – Sebuah jilbab merek ternama, ZOYA mengumumkan produk busanannya termasuk jilbab telah mendapatkan sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Pengumuman tersebut diungkapkan ZOYA pada laman instagram mereka dengan tagline “Kerudung Bersetifikat Halal Pertama di Indonesia.”

jilbab halal

Menurut penjelasan ZOYA ada perbedaan antara kain yang halal dan haram yaitu pada penggunaan emulsifier pada saat pencucian kain terebut, untuk produk halal bahan pembuatan emulsifiernya menggunakan tumbuhan sedangkan untuk yang tidak halal menggunakan gelatin batin.

Mengapa sertifikat halal perlu juga untuk kerudung atau jilbab? Creative director PT Shafco yang meproduksi merek ZOYA, Sigit Endroyono mengungkapkan bahwa umat muslim wajib menjauhi segala sesuatu yang mengandung unsur non-halal.

“Selain makanan yang kita konsumsi, pakaian serta hijab yang kita gunakan perlu diyakini apakah kita sudah menggunakan hijab yang halal? Tentu harus ada sertifikat jaminan halal yang dikeluarkan oleh lembaga yang berwenang yaitu MUI,” ungkapnya.

Kepala Bidang Informasi Halal LPPOM MUI Farid Mahmud, SH. mengungkapkan bahwa belum ada kewajiban untuk setiap produsen memiliki sertifikat halal. Hingga saat ini permohonan tersebut masih dilakukan berdasarkan permintaan produsen terkait.

“Pada dasarnya semua produk konsumsi Indonesia termasuk pangan belum ada kewajiban untuk mendapatkan sertifikat halal jadi mereka yang minta sertifikasi masih sukarela. Namun seiring dengan tuntutan konsumen maka tidak hanya makanan-minuman saja yang minta sertifikat halal tapi juga produk gunaan (selain pangan) banyak yang menghasilkan sertifikat halal,” ungkap Farid seperti dikutip Detik.com

Menurut Farid, beberapa produk non pangan yang mengajukan sertifikat halal diantara laundry yang menyediakan sabun cuci dan airnya terjamin dari (tidak mengandung) najis.

Farid menilai pengajuan sertifikasi halal untuk produk selain makanan dan minuman sudah mulai marak sejak tiga hingga empat tahun belakangan. Banyak produsen yang mulai memperhatikan kehalalan produknya setelah mencuatnya isu sepatu berbahan kulit babi. Oleh sebab itu, produsen berusaha menghilangkan kekhawatiran konsumennya dengan mendapatkan sertifikat halal dari MUI.

Like it? Share it!

Leave A Response