Ini Penjelasan Lengkap Ustad Yusuf Mansyur Setelah Berbicara Dengan Anies Baswedan

Posted on

Aktualita.co – Sosial media diramaikan oleh pemberitaan mengenai rencana Anies Baswedan selaku Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah yang dikabarkan akan merevisi cara berdoa sebelum dan setelah belajar di sekolah. Kontan rencana tersebut mendapat kritikan dari berbagai pihak termasuk oleh Ustad Yusuf Mansyur yang menyampaikan kritikannya melalui twitter miliknya pada Selasa, (9/12).

Komentar Ustad Yusuf Mansyur mengenai pemberitaan tersebut pun banyak diretweet oleh pengikutnya di Facebook. Tetapi menjelang beberapa saat Ustad Yusuf Mansyur yang memiliki pengikut di twitter 1,63 juta kembali menyampaikan permintaan maafnya yang menurutnya seharusnya dirinya tabayyun terlebih dahulu. “ada bnyk pljrn. slh 1 nya, saya msh hrs bljr kalem lbh luas lbh lebar. ga pendek sumbunya. tabayyun dulu. mencermati dulu. saya bljr lg,” tulis Ustad Yusuf Mansyur.

yusuf mansyur

“Tabayyun itu nyari tahu dulu, benar ga tuh berita. lansung dari sumber-sumbernya,” tulis Yusuf Mansyur menjawab salah satu pertanyaan pengikutnya.  Karena itu Yusuf Mansyur pun segera menghubungi Anies Baswedan untuk mendapatkan penjelasannya langsung.

Setelah mendapat penjelasan langsung, Ustad Yusuf Mansyur kembali menuliskan twittnya berkaitan dengan pembicaraannya dengan Menteri Anies Baswedan.

Rangkaian twit dengan hastag #doa tersebut mulai ditulis oleh Yusuf Mansyur pada Selasa (9/12) pukul 21.40 malam. “Saya tumben amat tadi sangat responsif. trhadap berita yg diturunkan detik.com ttg kutipan pernyataan pak anies baswedan,” tulis Yusuf Mansyur setelah membuka rangkaian twitnya dengan basmalah.

“sejurus setelah ngetwit, ga lama, zuhur menjelang. saya ademkan diri saya dg shalat. sy menemukan bbrp kejanggalan. &kesalahan sy. ejanggalan itu adalah — saya mikir –, apa iya pak anies bcr begitu…? jangan2 nih detik.com salah ngutip…?” tulisnya.

Ustad Yusuf Mansyur pun menuliskan bahwa dirinya pernah memiliki pengalaman saat sebuah portal berita ternama, menemuinya di pesantren. Bertamu baik-baik dan bertanya tentang patungan usaha. Saat itu kenang Yusuf Mansyur mereka ngobrol panjang lebar, penuh keramahanan, & terbuka. tapi akhirnya, berita yang keluar beda.

“Deg. di hati saya, deg. rasanya salah nih. bnr. jgn2 salah kutip, atau apa…. sementara? dah trlanjur ketwit,” tulis Yusuf Mansyur.

“Selepas zuhur, saya berusaha sms&ngebel pak anies. tp blm trsambung. hingga jelang maghrib blm trsambung,” lanjutnya.

“Selepas zuhur, saya berusaha sms&ngebel pak anies. tp blm trsambung. hingga jelang maghrib blm trsambung. Saya tau, saya ngelanggar komitmen saya u baik sangka. scr ga enak juga dirasanin. apalagi u sesuatu yg ga benar. Sy tau, bhw sy menyuruh kalem. tp siang td sy g kalem. sbb nyentuh soal ibadah&’aqidah. hrsnya ttp kalem sedikit. nunggu tabayyun,” ungkapnya.

“Smntr blm trsambung, sy g tau apa yg trjadi. di luar sana, cepat sekali bredar di sosmed, bnyk hal yg berkait&dikait2in dg twit sy. Sbagiannya ada yg apa adanya. dan sebagiannya, ada yg ditambah2in. saat bc ada yg nambah2in, sy makin berdoa, smg berita itu, slh. Sbb apa? sbb sy makin nyadar, hmmm… iya nih. jgn2 ada yg salah. ada yg nambahin, ngurangin, atau reportase ga lengkap. Sesuatu yg pdhl jamak jg trjadi di sy, ke sy. bnyk yg mengutip sepotong2, & nurunin/ngangkat semaunya yg nurunin/ngangkat,” tulis Yusuf Mansyur.

Menurut Ustad Yusuf Mansyur dirinya belajar banyak dari hal ini. “Di sisi lain, sy senang, bhw fungsi pengawasan dari masyarakat, yakni saya sebagai bagian dari masyarakat, sangat jalan. efektif. Shingga hal2 yg tdk diinginkan, bs lsg dicegah, jika memang bnr buruk. sebaliknya, kebaikan pun bs cpt trsiar. cumaaaa… cuma, besok2 sy hrs trbiasa klarifikasi lsg. scr alhamd., skrng akses komunikasi skrng dah bs kemana2. alhamdulillaah, puji syukur.”

Upaya tabayyun ustad Yusuf Mansyur rupanya bersambut. Menjelang magrib Anies Baswedan menelponnya. Tetapi tidak terangkat dan selepas magrib Yusuf Mansyur membuka handphone dan mendapati SMS dari Anies Baswedan. Yusuf Mansyur pun berusaha menelpon balik tetapi tidak terjawab dan Yusuf Mansyur pun mengirim SMS.  Hingga 20 menit menjelang isya Anies Baswedan kembali menelpon Yusuf Mansyur dan kali ini mereka bisa saling berbicara.

“Intinya, menurut Pak Anies, berita itu ga benar. Saya di awal kali dngr suara beliau, dah minta maaf duluan,” tulis Yusuf Mansyur.

Menurutnya peristiwa tersebut punya hikmah yang sangat banyak. “bnr2 buanyak hikmahnya kjadian ini. kpn2 tar diterusin. nampaknya Pak Anies pun sdh mulai nulis klarifikasinya. Alhamdulillaah dah.”

“Sampe sini, syukuri dulu, hal ini, ga benar. sesuai dugaan, sesaat stlh saya twit, bhw agak2 ga mungkin nih berita tsb. Dan alhamdulillaah, trnyata ga bnr. lalu nampaklah kesalahan saya pribadi. insyaaAllah, saya perbaiki u ke depan harinya,” lanjutnya.

Walaupun demikian menuru Ustad Yusuf Mansyur dirinya tetap akan melakukan peran mengawasi. Hanya saja saat ini dirinya telah bertambah pengalaman dan akan terlebih dahulu tabayyun.

“Sekolah2 msh aman, bila mau menjalankan kegiatan doa dll u membuka&menutup kegiatan bljr mngjr. silahkan. malahan ttp didorong. hanya, bila ada siswa non muslim, atau sebaliknya, jika ada siswa muslim di sana, ksh hak2nya u/ blh tdk ikut. itu saja,” ungkapnya.

Tak lupa Yusuf Mansyur juga meminta maaf telah membuat kehebohan. “Saya sekalian geber ke Pak Anies, bhw saya bs ikut di depan, u/ ikut memberikan sumbangan pemikiran&langkah nyata, u pendidikan.”

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *