Ini Penjelasan Hamdan Zoelva Terkait Penolakan Mengikuti Tes Wawancara Hakim MK

Posted on

Aktualita.co – Panitia Seleksi Hakim Mahkamah Konstitusi Saldi Isra memastikan nama Hamdan Zoelva tidak akan masuk dalam calon nama hakim MK yang akan diserahkan kepada presiden. Hal ini dilakukan Panitia Seleksi Hakim MK karena Hamdan Zoelva tidak mengikuti tahapan seleksi wawancara mengenai kepatutan dan kelayakan menjadi Hakim MK.

Banyak pihak yang menyangkan hal ini. Tetapi bukan tanpa alasan sehingga Hamdan Zoelva akhirnya mengirimkan surat untuk kepada pansel mengenai penolakan dirinya mengikuti tahapan tes wawancara.

Melalui akun twitternya @hamdanzoelva, dirinya menjelaskan latar belakang sikapnya tersebut dalam 12 rangkaian kicauan sebagai berikut:

1. Saya menjaga kewibawaan institusi hakim dan Ketua MK, yang sedang saya jabat. Interview itu adalah tes kemampuan dan kelayakan.

2. Persoalannya, apakah hakim MK yang oleh UUD masih ditanyakan lagi kemampuan dan kelayakannya?

3. Lalu, bagaimana dengan putusannya yang telah dijatuhkan selama ini kalau kemampuan dan kelayakannya dipersoalkan.

4. Menurut saya, sangat elegan kalau dilihat saja rekam jejak dan kinerja selama menjadi hakim. Tinggal pilih saja apa masih layak atau tidak.

5. Dalam melihat rekam jejak, pansel meneliti berbagai putusan dan apa yang dilakukan sebagai hakim, termasuk meminta masukan dari KPK dan PPATK.

6. Jauh lebih utama menjaga kehormatan daripada mengejar jabatan. Jabatan hakim MK harus dijaga kehormatan dan kewibawaannya.

7. Apa pun putusan presiden untuk mengajukan siapa pun, harus dihormati karena kewenangan itu ada pada presiden.

8. Sedikit pun saya tidak pernah merasa paling hebat, paling luas pengetahuan, dan paling layak menjadi hakim konstitusi.

9. Tetapi, karena sekarang sedang menjabat sebagai hakim dan Ketua MK yang oleh UUD disebut negarawan, tidak pantas mengikuti fit and proper test.

10. Kepantasan dan nilai etis adalah nilai tertinggi dalam hukum di atas prosedur formal hukum.

11. Bukan berarti juga seorang yang sedang menjabat otomatis diperpanjang masa jabatannya, lihatlah rekam jejaknya untuk memutuskan.

12. Jika rekam jejak tidak meyakinkan, ambillah calon negarawan yang lain menjadi hakim MK. Itu sepenuhnya wewenang presiden.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *