Foto: edilportale.com

Indonesia Promosikan Gebyok Hingga Ke Tiongkok

Posted on
Foto: edilportale.com
Foto: edilportale.com

Aktualita.co – Gebyok merupakan furnitur yang berfungsi semacam partisi khas jawa yang biasanya selain untuk sekat ruangan juga kadang dijadikan background sebuah acara. Karena itu gebyok dikenal di Indonesia dikenal berbagai macam semisal gebyok pintu, gebyok gapura,
dan gebyok pengantin (background panggung pengantin).

Keunikan pada gebyok selain pada fungsinya, juga makna filosofis pada ukirannya. Potensi gebyok inilah yang ingin diangkat oleh Kementerian Perdagangan dengan mengikuti Pameran furnitur dalam ajang  China International Furniture Fair (CIFF) pada 5-8 September 2014 di Guangzhou, Republik Rakyat Tiongkok.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Nus Nuzulia Ishak berharap pameran ini dapat memberikan kontribusi yang  signifikan bagi peningkatan ekspor. “Kami berharap pameran ini sekaligus meningkatkan citra furnitur Indonesia di kancah internasional, khususnya di RRT dan negara sekitarnya,” imbuhnya.

CIFF merupakan pameran furnitur internasional terbesar di Asia (kayu, metal, plastik, dan rotan), mesin penggergajian, alat pengeboran, aksesoris mesin & perlengkapan, penutup lantai, dekorasi interior, ubin dan materi pelapis, dapur dan kamar mandi, pencahayaan, lantai, seni, aksesori, jasa desain interior, serta tekstil dan kain pelapis.

Partisipasi Indonesia diharapkan dapat meningkatkan ekspor ke Tiongkok. Nus Nuzulia berharapa Diharapkan kedepan eksport Indonesia ke Tiongkok dapat tumbuh sebesar 4,5% – 5,5% atau dengan nilai USD 22,24 – 22,45 miliar.

Tiongkok selama lima tahun terakhir terus meningkat dengan tren sebesar 20,53%. Ekspor furnitur Indonesia ke Tiongkok pada Januari – Mei 2014 bernilai USD 11,14 juta atau meningkat 40,11% dibanding periode yang sama setahun sebelumnya yang hanya USD 7,95 juta. Tiongkok
menempati urutan ke – 15 dalam daftar negara tujuan utama produk furnitur, setelah Amerika Serikat (AS), Jepang, Inggris, Belanda, Jerman, Prancis, Australia, Belgia, dan Korea.

Furnitur Indonesia memiliki keunggulan dari segi desain dan mampu bersaing di pasar global. Dengan kualitas produk furnitur dan inovasinya, Dirjen Nus optimis Indonesia mampu mengulang transaksi menggembirakan. “Tahun lalu, Paviliun Indonesia berhasil membukukan transaksi USD 1.146.946. Ini peluang bisnis Indonesia yang begitu besar dan harus dimanfaatkan momentum ini untuk merebut pasar Tiongkok dan negara-negara sekitarnya,” imbuhnya. (*PR)

CIFF diikuti oleh lebih dari 3.000 peserta dari 29 negara, di antaranya AS, Jerman, Italia, Prancis, Singapura, Thailand, Australia, Jepang, Indonesia, Malaysia, Turki, dan RRT sebagai tuan rumah.

Pameran ini dikunjungi oleh sekitar 153.503 buyer dari berbagai negara yang terdiri dari berbagai sektor, seperti industri manufaktur/produksi, pusat riset dan teknologi, asosiasi dan institusi, universitas, arsitektur, dekorasi dan desain interior, agen ekspor-
impor, dan grosir.

Dalam paviliun seluas 210 m2 bertemakan “Trade with Remarkable Indonesia”, produk-produk yang ditampilkan antara lain furnitur dari kayu jati, furnitur kayu jati daur ulang, furnitur kayu, furnitur rumah, furnitur kantor, gebyok, furnitur ukir, furniturdan dekorasi rumah berbahan dasar kulit kerang, furnitur aksen daur ulang dalam ruang, furnitur dan kerajinan rotan, serta kerajinan kaca.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *