Lukisan baby yang terdapat di gua Leangpettakere Maros (foto: Anthony Dosseto)

Ilmuan Identifikasi Lukisan Gua Tertua Dunia Yang Terdapat di Sulawesi

Posted on
Lukisan baby yang terdapat di gua Leangpettakere Maros (foto: Anthony Dosseto)
Lukisan baby yang terdapat di gua Leangpettakere Maros (foto: Anthony Dosseto)

Aktualita.c0 – Sebuah tim ilmuan gabungan antara ilmuan Indonesia dan Australia mengidentifikasi bahwa lukisan pada batuan gua di Sulawesi merupakan yang tertua di dunia. Temuan ini berlawanan dengan pandangan umum yang menyatakan bahwa seni lukis pada batuan pertama kali dilakukan di Eropa.

Tim peneliti menemukan 12 stensil tangan dan dua lukisan figuratif hewan di tujuh lokasi gua di atas bebatuan kapur  “tower karst” di barat daya Sulawesi, dengan gambar tertua (sebuah stensil tangan) berumur setidaknya 40.000 tahun. Penemuan ini telah dipublikasikan dalam jurnal bergengsi, Nature, Kamis, (9/10/2014).

Proyek Sulawesi terdiri dari sejumlah arkeolog Eropa dan Indonesia yang memiliki portofolio riset gabungan selama puluhan tahun, dan termasuk Profesor Mike Morwood dari Pusat Ilmu Pengetahuan Arkeologis University of Wollongong (UOW) Australia, di mana banyak dari anggota tim ilmuwan ini berasal.

Salah satu penulis di jurnal Nature, Thomas Sutikna, yang merampungkan gelar PhD-nya di Sekolah Ilmu Pengetahuan Bumi dan Lingkungan UOW, adalah salah satu ilmuwan yang mengungkap spesies manusia cebol yang diberi nama “Hobbit” sepuluh tahun lalu, menyatakan temuan-temuan baru ini memegang peranan penting untuk teori evolusi manusia.

“Lukisan purba adalah salah indikator pemikiran abstrak – permulaan dari kehadiran umat manusia di bumi seperti yang kita tahu,” ujarnya.

Berdasarkan sejarah, para arkeolog menyatakan bahwa lukisan purba pertama ditemukan di benua Eropa, dengan umur minimal 41.000 tahun untuk lukisan purba tertua di dunia – sebuah lukisan di atas cakram merah yang ditemukan di El Castillo, Spanyol.

Salah satu penulis jurnal Nature, Dr. Anthony Dosseto, Direktur Laboratorium Geokronologi Isotop Wollongong UOW, mengatakan penemuan ini menunjukkan pada waktu bangsa Eropa mengekspresikan diri mereka melalui lukisan-lukisan di dinding gua, orang-orang di Sulawesi juga melakukan hal yang sama.

“Bangsa Eropa tidak lagi bisa secara eksklusif mengklaim kalau mereka adalah bangsa yang pertama mengembangkan pemikiran abstrak. Berkat penemuan ini, mereka harus mau mengakui bahwa ada bangsa lain, para penduduk awal pulau Sulawesi, yang juga membuat lukisan purba di waktu yang tidak terlalu berbeda dengan mereka,” ujar Dr. Dosseto.

Sutikna mengungkapkan temuan tersebut menunjukan kalau seni figuratif bisa saja menjadi bagian dari khasanah kultural dari nenek moyang bangsa Indonesia – manusia modern pertama yang mencapai kawasan ini lebih dari 40.000 tahun yang lalu.

 

Sumber: uow.edu.au

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *