Harum Kopi Indonesia Semerbak di Pameran Tea & Coffee China

Posted on

kopi

Aktualita.co – Indonesia merupakan negara penghasil kopi terbesar ketiga di dunia setelah Brazil dan Vietnam. Karena itu pemerintah Indonesia terus berupaya untuk memaksimalkan potensi ekspor kopi. Pada tahun 2013 ekspor kopi Indonesia mencapai USD 1,17 miliar.

Untuk terus meningkatkan nilai ekspor kopi, Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan RI memfasilitasi eksportir dan pelaku kopi termasuk dengan mengikuti pameran Tea & Coffee China pada 12 – 14 November 2014 yang berlangsung di Shanghai New International Expo Centre (SNIEC), Shanghai, Republik Rakyat Tiongkok (RRT).

Dalam pameran tersebut, berbagai kopi asli Indonesia ikut dipamerkan seperti kopi Luwak, Toraja, Gayo, Jawa, Bali, dan Mandheling yan harum aromanya berhasil memikat penikmat kopi negeri Tirai Bambu itu.

Pasar RRT bagi produk kopi Indonesia memang cukup besar dan menempati urutan 18 negara pengimpor kopi Indonesia. “Nilai ekspor kopi ke RRT selama lima tahun terakhir terus tumbuh dengan tren sebesar 82,6% karena gaya hidup minum kopi menggeser konsumsi teh di RRT. Kami melihat ini sebagai sebuah peluang memperluas pasar,” pungkas Dirjen PEN Nus Nuzulia Ishak dalam keterangan persnya.

Pameran Tea & Coffee China merupakan bagian dari Pameran Food and Hospitality China (FHC) 2014, yang merupakan salah satu pameran produk makanan di RRT yang diikuti oleh 1.820 ekshibitor dari 70 negara dan dikunjungi oleh 26.188 pengunjung. Mengusung tema “Remarkable Indonesia”, kopi Indonesia tampil dalam dua paviliun Kemendag seluas 90 m2 dan Kementerian Perindustrian seluas 40 m2.
Kemendag memfasilitasi lima anggota Gabungan Eksportir Kopi Indonesia (GAEKI) dari 12 eksportir dan pelaku usaha kopi, yakni UD IndoCommodity, CV. AA Production/Kopi Luwak Nusantara, UD Eref/Art Coffee, PT. Domba Bali Persada/Domba Coffee, CV. Banua Hills, Soeltan Coffee, PT. Fortunium/Ventura Coffee, PT. Aneka Coffee Industry, PT. Muliasari Permai, PT. Maharaja Pusaka Nusantara, CV. Inkoi Rajawali/Toraja Arabica Coffee, dan PT. Perpustakaan Kopi/The Coffee Library.
Dari pameran tersebut, total nilai transaksi peserta selama pameran adalah sebesar USD 1.124.000 untuk produk green bean coffee dan roasted bean coffee jenis Arabica Gayo dan Arabica Mandailing. Saat ini, ekspor kopi Indonesia ke RRT masih didominasi oleh green bean coffee yang nilainya relatif rendah.
Untuk itu, ekspor kopi Indonesia perlu diarahkan ke roasted bean coffee yang memiliki nilai tambah lebih tinggi. Untuk menyasar konsumen yang lebih luas, pelaku usaha kopi Indonesia dapat terus mempromosikan ekspor kopi instan untuk entry level selain menyasar ke segmen pasar yang lebih premium dengan mempromosikan kopi spesial, termasuk kopi luwak melalui coffee shop dan hotel berbintang.
Kopi Indonesia begitu kaya citarasa dan aroma unik yang tak tertandingi. “Indonesia memiliki kopi luwak sebagai kopi termahal di dunia. Promosi ini sekaligus jadi upaya menangkis berbagai kampanye hitam tentang kopi luwak. Coffee is a language in itself,”ujar Nus seraya mengutip perkataan aktor kawakan RRT, Jackie Chan.
Konsumsi Kopi di RRT
Chen Zhi Ming, Sekjen Shanghai Coffee Enterprise Association yang berkesempatan mengunjungi Paviliun Indonesia menyampaikan potensi  onsumsi kopi di Shanghai dan sekitarnya. Saat ini, di Shanghai dan sekitarnya terdapat 4. 000 kafe dan 200 perusahaan pemanggangan kopi dengan kebutuhan 20.000 ton kopi setiap tahunnya.
Berdasarkan data riset dari Minte, jumlah kafe di RRT meningkat dua kali lipat dari 15.898 menjadi 31.283 selama periode 2007 – 2012. Merek global seperti Starbucks masuk RRT pada 1999 dengan menyasar generasi muda dan segmen pasar premium. Saat ini, Starbucks memiliki 1.001 cafe dan menargetkan membuka 1.500 outlet di seluruh RRT pada akhir 2015. Shanghai sebagai kota yang lebih awal mengenal budaya  minum kopi sekaligus memiliki pertumbuhan konsumsi  kopi tertinggi, saat ini Starbucks memiliki lebih dari 100 outlet. CEO Starbucks Howard Schultz menyampaikan bahwa suatu saat RRT akan menjadi pasar terbesar kedua Starbucks setelah Amerika Serikat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *