Harry Azhar Azis Terpilih Menjadi Ketua Badan Pemeriksa Keuangan 2014-2019

Posted on

bpk

Aktualita.co – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) resmi memiliki ketua baru. Setelah sebelumnya dipimpin Hadi Poernomo. Lewat voting yang digelar di dalam Sidang Badan BPK, selasa (21/10) terpilihlah mantan Anggota DPR Komisi XI, Harry Azhar Azis. Harry berhasil unggul tipis dalam pemilihan suara atas calon lainnya, Rizal Djalil. Harry meraih 5 suara sedangkan Rizal meraih 4 suara. Adapun Moermahadi Soerja Djanegara memutuskan mundur dari pemilihan ketua.

“Sementara untuk Wakil Ketua BPK terpilih Sapto Amal Damandari yang memperoleh enam suara. Dan lawannya Bahrullah Akbar sebanyak dua suara serta satu orang abstain,” jelas Anggota BPK, Achsanul Qasasi.

Harry Azhar Azis bukanlah nama yang baru dalam dunia ekonomi maupun politik. Ia lahir di Tanjung Pinang, pada 25 April 1956 dan memperoleh gelar Doktor di Oklahoma State University, Stillwater, Oklahoma, Amerika Serikat pada tahun 2000.

Harry juga pernah menjabat sebagai ketua PB HMI periode 1983-1986.  Sebelumnya menjadi ketua BPK ia sempat menjadi partner pemerintah di bidang ekonomi, sebagai Wakil Ketua Komisi XI DPR RI. dan pernah menjadi politisi Partai Golkar. Ia juga tercatat pernah menjadi nominasi calon gubernur Kepulauan Riau pada tahun 2009 lalu.

Salah satu hal yang akan dibenahinya sebagai ketua BPK adalah membenahi sistem audit BPK. Ia berencana akan memasukkan salah satu indikator penilaian adalah kesejahteraan rakyat. Menurutnya hal ini penting agar pemerintah tidak hanya dituntut untuk bisa mengelola dan memanfaatkan anggaran yang telah diberikan kepada mereka, tapi juga, bisa menggunakannya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Adapun anggota BPK lainnya adalah Moermahadi Soerja Djanegara, Rizal Djalil, Achsanul Qosasi, dan Eddy Mulyadi Supardi serta empat anggota BPK lainnya masih menjabat hingga saat ini. Mereka adalah Sapto Amal Damandari, Agus Joko Pramono, Agung Firman Sampurna, dan Bahrullah Akbar.

Peresmian pengangkatan sebagai anggota BPK tersebut ditetapkan berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 94/P tahun 2014 tanggal 7 Oktober 2014 yang didasarkan pada keputusan DPR Nomor 09/DPR RI/I/2014 dan Nomor 21/DPR RI/I/2014 tanggal 26 September 2014.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *