Google Kembangkan Drone Bernama Project Wing

Posted on

project wing

Aktualita.co – Google dikabarkan telah menguji coba pesawat tanpa awak (drone) milik mereka yang nantinya diharapkan dapat digunakan untuk membawa barang. Sebelum Google menguji coba Drone mereka, dikabarkan bahwa Amazon telah lebih dulu merilis pesawat tanpa awak mereka.

Seperti dilansir BBC, Kamis (28/8/2014) proyek ini dikembangkan oleh Google X yang merupakan badan penelitian rahasia  milik Google yang sebelumnya berhasil membuat mobil yang bisa mengemudi sendiri, serta google glass.  Project Wing sendiri sudah berjalan selama 2 tahun dan selalu dirahasikan.

Google mengungkapkan bahwa tujuan jangka panjang adalah mengembangkan drone yang dapat digunakan untuk kepentingan penanggulangan bencana dengan memberikan bantuan ke daerah-daerah terisolasi.

Drone ini diharapkan dapat digunakan setelah gempa bumi, banjir, atau peristiwa cuaca ekstrim. Drone ini bisa digunakan untuk mengambil benda-benda kecil seperti  obat-obatan atau baterai untuk masyarakat di daerah bencana yang tidak bisa diakses menggunakan kendaraan konvensional.

Tidak seperti drone biasa yang dipakai para pehobi, pesawat tanpa awak Google ini take-off secara vertikal dengan tenaga baling-baling yang menghadap ke atas. Uniknya, setelah take-off, drone tersebut bisa terbang secara horizontal dengan baling-baling menghadap ke depan.
Kemampuan seperti itu juga dimiliki pesawat tempur V-22 “Osprey” buatan Boeing.

“Bahkan tak hanya itu, drone bisa digunakan untuk pulang-pergi melayani banyak orang dalam situasi darurat,” jelas Astro Teller, Kapten Moonshots–nama yang digunakan Google X untuk proyek besar mereka.

“Banyak inovasi besar yang terjadi pada alat transportasi sepanjang sejarah, Project Wing mencoba menjadi salah satu inovasi besar itu,” ujar Astro Teller.

Proyek drone ini sendiri pada awalnya dirancang untuk memberikan defibrillator kit kepada penderita serangan jantung. Idenya adalah dengan drone maka peralatan tersebut lebih cepat bisa menolong penderita jantung daripada harus menggunakan ambulans.

“Bila Anda memiliki alat seperti ini, maka hal ini akan memungkinkan operator layanan darurat untuk menambahkan dimensi baru dan solusi dari apa yang mereka pikirkan, “ujar Dave Voss, pemimpin ikut bergabung dalam Project Wing.

Project Wing sendiri masih dalam tahap uji coba dan belum siap diproduksi secara massal. Ujicoba drone ini sendiri tidak dilakukan di Amerika Serikat tetapi di Australia karena FAA (badan yang mengatur penerbangan di AS) telah mengeluarkan larangan penggunaan drone di AS, termasuk pesawat mainan dan quadcopter.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *