Gambar Anak Bisa Memprediksi Kemampuan Intelegensianya

Posted on
http://www.kcl.ac.uk/iop/news/records/2014/August/Childrens-drawings-indicate-later-intelligence.aspx
http://www.kcl.ac.uk/

Aktualita.com – Saat anak-anak menggambar, kita seringkali hanya menganggap sebagai sebuah cara untuk melatih tangannya atau sebagai bagian dari permainan. Tetapi, baru-baru ini sebuah study yang dilansir oleh Jurnal Psychological Science mengungkapkan fakta penting, bahwa gambar anak bisa digunakan untuk memprediksi kemampuan intelegensianya.

Study tersebut meneliti bagaimana anak-anak usia 4 tahun menggambar yang kemudian digunakan untuk memprediksi intelegensia mereka pada usia 14 tahun. Penelitian ini dilakukan oleh Institute of Psychiatry,  King’s College London dan dipublikasikan pada 19 Agustus 2014.

Penelitian tersebut melibatkan 7.752 anak kembar baik yang identik maupun tidak dari total 15.504 anak dari Medical Research Council (MRC). Dari penelitian tersebut mereka mendapati hubungan antara gambar dan tingkat intelegensia dikemudian hari yang dipengaruhi oleh gen.

Studi ini meminta anak-anak usia 4 tahun untuk melengkapi sebuah gambar tes disebut disebut “Draw-a-Child”. Setiap gambar diberi nilai 0 hingga 12 tergantung dari seberapa tepat mereka menggambar misalny kepala, mata, hidung, mulut, telinga, rambut, badan, lengan dan lain sebagainya. Sebagai contoh, anak-anak yang menggambar dua kaki, dua tangan,badan dan kepala tanpa wajah akan diberi nilai 4. Selain itu anak-anak juga akan diberi tes intelegensi verbal dan non verbal pada usia 4 dan 14 tahun.

Dari hasil tersebut para peneliti berkesimpulan bahwa mereka yang mendapatkan nilai tertinggi dalam tes “Draw-Child” sama dengan mereka yang memiliki tes intelegensia pada usia 4 dan 14 tahun.

Dr. Rosalind Arden,  yang mengetuai penulisan paper dari MRC Social, Genetic and Development Psychiaty (SGDP), Institute of Psychiatry at King’s College London,mengungkapkan bahwa tes “The Draw-a-Child”  yang telah dibuat pada tahun 1920 untuk mengamati intelegensia anak-anak pada usia 4 tahun, pada faktanya juga menghasilkan hal yang mengejutkan karena ternyata berkorelasi dengan intelegensia anak pada satu dekade berikutnya.

Walaupun demikian, Rosalind Arden juga mengungkapkan bahwa orang tua tidak perlu merasa khawatir jika hasil gambar anaknya jelek, karena menurut Arden, kemampuan menggambar tidak hanya dipengaruhi intelegensia tetapi oleh banyak faktor baik itu genetik maupun lingkungan yang juga turut mempengaruhi intelegensia mereka di kemudian hari.

Secara umum, pada usia 4 tahun, gambar dari kembar identik hampir sama dengan kembaran mereka. Sedangkan pada kembar tidak identik agak berbeda satu dengan lainnya, karena itu peneliti menarik kesimpulan bahwa gambar anak dipengaruhi oleh genetik.

Dr Arden menjelaskan bahwa ini tidak berarti bahwa ada “gen” kemampuan menggambar, karena kemampuan anak menggambar dipengaruhi oleh banyak faktor seperti mengamati, cara memegang pensil dan lain sebagainya. Kita masih jauh untuk memahami bagaimana gen mempengaruhi perbedaan perilaku.

Dr Arden menambahkan bahwa kebiasaan menggambar merupakan kebiasaan lampau yang telah dimiliki manusia sejak 15.000 tahun yang lalu untuk menuangkan apa yang ada di pikiran mereka.  Kemampuan ini merupakan kemampuan unik dari kemampuan kognitif manusia. Ini sama dengan menulis yang memberi manusia kemampuan untuk mengolah informasi dan membangun peradaban. (kcl.ac.uk)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *