Fokal IMM Banten Dukung Perda Larangan Rumah Makan Buka Dijam Tertentu

Thursday, Jun 16, 2016 | 533 views

Aktualita.co – Forum Komunikasi Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (FOKAL IMM) Provinsi Banten dalam pernyataan sikapnya yang diterima Aktualita pada Kamis, (16/6/2016) menyatakan dukungannya terhadap Pemerintah Kota Serang untuk tetap mempertahankan dan mengegakkan Perda Nomor 2 Tahun 2010 tentang Pekat.

fokal IMM

Menurut Fokal IMM, peraturan  Daerah (Perda) lahir secara sosiologis dan filosofis sebagai semangat otonomi daerah. Perda Kota Serang Nomor 2 Tahun 2010 Tentang Pencegahan, Pemberantasan dan Penanggulangan Penyakit Masyarakat (Pekat), yang salah satunya mengatur tentang larangan rumah makan buka di bulan Ramadhan  pada jam tertentu oleh Fokal IMM dianggap sebagai upaya menjaga nilai-nilai kehidupan religius di tanah ulama dan jawara dengan tetap mengindahkan prinsip-prinsip toleransi antar umat bergama dan lahir atas aspirasi masyarakat Kota Serang.

Berikut isi lengkap Pernyataan Sikap Fokal IMM yang ditandatangani ketua Fokal IMM Provinsi Banten, Solihin Abas

Atas reaksi  penutupan dan penyitaan dagangan warung nasi yang buka di bulan Ramadhan di Kota Serang beberapa waktu lalu, yang dilakukan oleh Satpol PP Kota Serang sebagai upaya penegakan Perda.  Reaksi sebagian masyarakat yang timbul sudah mengarah pada upaya-upaya untuk mencabut Perda, karena Perda tersebut dimaknai sebagai sikap intoleran.

Atas dasar itulah, Fokal IMM Banten menyampaikan sikap sebagi berikut:

1. Mendukung Pemerintah Kota Serang untuk tetap mempertahankan dan mengegakkan Perda Nomor 2 Tahun 2010 tentang Pekat

2. Meminta kepada semua pihak untuk lebih obyektif dalam memberikan penilaian terhadap penegakan Perda Pekat yang dilakukan oleh Satpol PP. Jikapun harus dilakukan evalusi, maka yang perlu dievaluasi adalah cara atau etika eksekusi Perda. Bukan justru mempersalahkan dan menjastifikasi Perda tersebut sebagai sikap intoleran

3. Meminta kepada semua pihak untuk menghargai bahwa Perda tersebut merupakan bentuk kearifan lokal masyarakat Kota Serang yang merupakan produk legal sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku dengan semangat otonomi daerah.

Like it? Share it!

Leave A Response