Eksport Produk Makanan Olahan Indonesia Naik 12,76%

Posted on

tei

Aktualita.co – Dalam pelaksanaan Trade Expo Indonesia (TEI) yang digelar baru-baru ini di Jakarta, produk makanan olahan mendapat tempat sendiri di Hall C untuk memudahkan pembeli luar negeri memilih dan mendapatkan mitra kerjasama. Hal ini dilakukan pelaksana TEI bukan tanpa alasan, produk makanan olahan berhasil mencatatkan kenaikan eksport 12,76 persen.

Ada banyak faktor yang menjadi perhatian pembeli luar negeri sebelum memilih mitra makanan olahan yang akan diajak bermitra.  Tak hanya dari segi kualitas dan kemasan tetapi hingga ke story telling di balik penciptaan produk. Para petani dan produsen yang mengindahkan ethical trade akan diapresiasi oleh dunia, termasuk perhatiannya pada lingkungan

“Tren produk makanan olahan di mancanegara saat ini selain produk organik adalah produk yang low glycemic, gluten free, genetically modifi
edorganisms free, serta produk yang memperhatikan petani dan produsen secara ethical trade, ” ujar Sulistyawati, Direktur Pengembangan Produk Ekspor Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional (PEN), Kementerian Perdagangan, Minggu (12/10).

Nilai ekspor produk makanan olahan Indonesia pada 2013 mencapai USD 4,63 miliar. Sedangkan nilai ekspor pada periode Januari-Juli 2014 sebesar USD 2,98 miliar atau mengalami peningkatan 12,76% dibanding nilai ekspor periode yang sama tahun 2013. Dilihat dari tren pertumbuhan ekspor makanan olahan selama periode 2009-2013, produk ini mengalami pertumbuhan positif sebesar 15,43% per tahun.

Adapun negara utama tujuan ekspor produk makanan olahan Indonesia pada periode Januari – Juli 2014 adalah Amerika Serikat dengan nilai ekspor USD 423,63 juta dengan pangsa ekspor mencapai 14,19%. Disusul Malaysia USD 343,9 juta (11,52%), Filipina USD 288,3 juta (9,65%), RRT USD 182,46 juta (6,11%), dan Kamboja USD 178,84 juta dengan pangsa 5,99%.

 

Sumber: Humas Kemendag

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *