Foto: Detik.com

Dinamika Pembentukan Kabinet Jokowi – JK

Posted on

Aktualita.co – Dinamika pembentukan kabinet Jokowi – JK masih terus berlanjut. Hingga hari ini, (23/10) belum ada tanda-tanda kapan kabinet akan diumumkan. Presiden memang memiliki waktu 14 hari untuk menetukan kabinetnya. Dalam membentuk kabinetnya, Jokowi dibantu oleh tim transisi yang diketui oleh Rini Soemarno dan Deputi Tim Transisi Hasto Kristiyanto.

Redaksi Aktualita.co mencatat dinamika seputar pembentukan kabinet Jokowi – JK.

Jokowi pertama kali mengumumkan komposisi kabinetnya pada Senin, 15 September 2014 di rumah transisi. Saat itu Jokowi mengumumkan bahwa ada 34 menteri yang akan membantunya menjalankan pemerintahan pada masa jabatan 2014-2019.  Dari 34 menteri tersebut, 18 orang profesional, dan 16 sisanya adalah profesional partai.

Selain itu, Jokowi – JK bakal tetap mempertahankan keberadaan tiga menteri koordinator, yakni untuk bidang ekonomi, politik hukum dan keamanan, serta kesejahteraan rakyat.  Adapun keberadaan Wakil Menteri, hanya akan dipertahankan pada kementerian yang dianggap sangat dibutuhkan. (baca: Kabinet Jokowi – JK Akan Dibantu 34 Menteri, 18 Diantaranya dari Profesional)

Selanjutnya, pada 15 Oktober 2014, Jokowi mengungkapkan akan mengumumkan komposisi menterinya sehari setelah lantik menjadi presiden. Jika betul Jokowi mengumumkan menterinya sehari setelah dilantik, hal ini menyamai SBY yang menjadi Presiden tercepat yang mengumumkan menterinya sehari setelah dilantik. Ternyata hal tersebut urung terjadi.

“Nanti 20 (Oktober) bisa saja disebutkan mengenai organisasinya apa, orang-orangnya belum. Untuk orangnya nanti tanggal 21 (Oktober) lah,” kata Jokowi di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (15/10/2014).

Pada tanggal 21 Oktober, pimpinan DPR menerima surat dari presiden Nomor R242/pres/10/2014 perihal pertimbangan perubahan kementerian.  Hal ini terjadi karena adanya perubahan nomenklatur kementerian. Beredar kabar bahwa ada enam kementrian yang diubah yaitu :

1. Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Perumahan Rakyat digabung menjadi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan digabung dengan Kementerian Riset dan Teknologi. Lalu, dibelah dua kembali, pertama  menjadi Kementerian Kebudayaan, Pendidikan Dasar dan Menengah. Kedua, menjadi Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

3. Kementerian Kehutanan dan Kementerian Lingkungan Hidup dilebur jadi satu menjadi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

4.  Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal digabung, tetapi kemudian dibelah kembali menjadi dua Kementerian. Pertama, Kementerian Tenaga Kerja, dan kedua,  Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal.

5. Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat diubah menjadi Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan dan Kebudayaan.

6.Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif diubah menjadi Kementerian Pariwisata.

Selain itu, pada tanggal 21 oktober diberitakan, KPK dan PPATK diminta Jokowi untuk menandai 42 calon menteri yang dimiliki Jokowi. Untuk calon yang ada indikasi tidak bersih diberi tanda kuning dan merah.

“PPATK tidak ada rekomendasi tertulis untuk Pak Jokowi. Itu yang mmberi tanda kuning, KPK. Kami hanya sampaikan, Pak Jokowi, kalau yang ini mohon dipertimbangkan lagi karena ada indikasi tidak bersih,” terang Kepala PPATK M Yusuf di kantornya, Jl Juanda, Jakarta, Selasa (21/10/2014).

Dinamika pembentukan kabinet Jokowi – JK terus berlanjut pada Rabu malam, 22 Oktober 2014. Saat itu diumumkan Jokowi akan membacakan susunan kabinetnya di Dermaga 303, Terminal III, Pintu 9, Tanjung Priok, Jakarta. Tetapi walau sejumlah persiapan telah dilakukan ternyata hal tersebut urung dilakukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *