Dikbud Kota Bengkulu Instruksikan Sekolah Buat Larangan Merokok

Aktualita.co – Sekretaris Dinas (Sekdis) Dikbud Kota Bengkulu Drs.Tahirin Simbang menginstruksikan seluruh kepala sekolah se-Kota, baik tingkat SD, SMP dan SLTA sederajat agar memasang plang yang bertuliskan “No Smoking” sebagai sikap tegas larangan merokok di kawasan sekolah masing-masing. Tak hanya itu, ia pun meminta pihak sekolah dapat memberikan sanksi tegas kepada guru yang kedapatan merokok di sekolah pada saat mengajar dalam ruangan.

Sekdis Dikbud Kota Bengkulu Drs.Tahirin Simbang saat memberikan pengarahan kepada kepala sekolah se-Kota Bengkulu (Foto: Agustian)

Sekdis Dikbud Kota Bengkulu Drs.Tahirin Simbang saat memberikan pengarahan kepada kepala sekolah se-Kota Bengkulu (Foto: Agustian)

Dijelaskan, hal ini dilakukan guna mengimplementasikan Permendikbud No.64 Tahun 2015 mengenai larangan merokok di lingkungan sekolah.

“Asap rokok akan memberikan dampak yang buruk bagi kesehatan siswa, makanya kita melarang guru merokok pada lingkungan sekolah,” katanya, kemarin (4/3) dihadapan puluhan kepala sekolah se-Kota Bengkulu.

Menurutnya, seorang guru itu harus menjadi contoh yang baik agar bisa ditiru oleh siswanya.  “Sesuai dengan citranya, guru itu harus digugu dan ditiru oleh siswanya. Apabila guru memberikan contoh yang baik otomatis ia akan mengikuti guru tersebut,” terangnya.

Ditambahkan, bagi guru yang ingin merokok diminta dapat mencari tempat di luar lingkungan sekolah yang tidak ada siswa yang beraktivitas.

“Apabila masih ditemukan guru yang merokok di kelas maupun di luar kelas kami minta kepala sekolah dapat memberikan sanksi tegas terhadap guru tersebut, baik lisan dan tulisan,” tegasnya.

Selain guru, lanjut dia, larangan merokok tentu juga harus berlaku bagi siswa. Pihaknya meminta setiap sekolah dapat mengambil sikap tegas terhadap siswa yang merokok di lingkungan sekolah.

Menurutnya, sanksi tegas diperlukan untuk menimbulkan efek jera bagi para siswa. Hukuman tersebut tambah dia diharapkan dapat meminimalisir keinginan para siswa untuk merokok baik di sekolah maupun di lingkungan lainnya.

“Sebelum diberikan sanksi tegas, siswa diberikan teguran dan pembinaan terlebih dulu. Jika teguran dan pembinaan tidak mempan juga, sanksi paling keras mungkin pihak sekolah bisa berupa pengembalian siswa kepada pihak orangtuanya,” tegasnya. (Agustian)

Like it? Share it!

Leave A Response