Foto: kemenkumham.go.id

Dari 104 Pendaftar 64 Dinyatakan Lolos Seleksi Administrasi Calon Pimpinan KPK

Posted on
Foto: kemenkumham.go.id
Foto: kemenkumham.go.id

Aktualita.co – Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) mengumumkan nama calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang lolos tahap seleksi administrasi. Total ada 64 nama dari 104 pendaftar, termasuk nama Wakil Ketua KPK saat ini, Busyro Muqoddas.

“Ada empat kriteria seleksi awal yaitu relevansi pendidikan, relevansi pekerjaan, masa kerjanya dan persyaratan administrasinya. Faktor yang mempengaruhi tidak lolos pertama adalah persyaratan pendidikan, harus ada sarjana hukum, ekonomi, pokoknya yang relevan dengan pekerjaan KPK,” kata anggota panitia seleksi mantan Gubernur Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian Farouk Muhammad, Jumat (5/9/2014).

Selain itu kriteria lainnya adalah mengenai latar belakang pekerjaan terkait hukum, perbankan, keuangan dan ekonomi. Sehingga jika dosen, maka harus terkait dengan hal tersebut. Syarat lainnya masa kerja yang minimal 15 tahun.

Tahap selanjutnya dari seleksi Calon Pimpinan KPK adalah  tahapan seleksi penulisan makalah tentang diri dan penulisan makalah tentang kompetensi yang akan dilaksanakan pada hari kamis 11 September 2014 di Graha Pengayoman.

“Tujuan menulis makalah adalah bisa mengungkapkan siapa dia. Kita bisa mengenal lebih lanjut, terutama aspek formalnya, maksud dan tujuan,” ungkap Farouk.

Ia juga tetap meminta tanggapan masyarakat mengenai 64 orang yang lolos seleksi awal tersebut. Berikut daftar nama ke-64 peserta yang dinyatakan lolos seleksi administratif.

1. Maju Dharyanto Hutapea
2. Denny Suriandhi
3. Iwan Nazarudin Kurniawan
4. Wiwik Dwi Harsono
5. Ichran Efendi Siregar
6. Nindya Nazara
7. Soemardjijo
8. Subchan Syafe’i
9. Sjamsuddin
10. Yohanis Anthon Raharusun
11. Syaiful Bahrie
12. Bambang Nindyorat
13. Eddhi Sutarto
14. Kusnadi Notonegoro
15. Jamin Ginting
16. M Busjro Muqoddas
17. Pandu Budi Rahardjono
18. Cheryan Sambu Cahaya Sakti
19. Wiwik Sir Widiary
20. Yutti Subarliani Hailin
21. Setia Budi Nasution
22. Franz Astani
23. I Wayan Sudirta
24. Yudi Wibowo Sukinto
25. Rachmat Trijono
26. Bambang Yuganto
27. Mochamat Bey Satriadi
28. Yusuf
29. Trisaktiyana
30. Herlambang
31. Irjen Pol Alpiner Sinaga
32. Elmansyah Telaumbanua 3
3. Sastra Rasa 3
4. Henry Wilem
35. Togar SM Sijabat
36. Heru Supramono
37. La Ode Husen
38. Muhdi
39. Henricus Judi Adrianto
40. Petrus Selestinus
41. Tasdiyanto
42. Vita Vuena Surowidjojo
43. Ninik Maryanti
44. Indra Utama
45. Friman Zai
46. Bonthiny Abi Moro
47. Kaspudin Nor
48. Haeruddin Masarro
49. Roni Ilham Maulana
50. Ahmad Taufik
51. Najemah
52. Dharma Tintri Ediraras
53. Brigjen Pol Bambang Wahyu Suprapto
54. Robby Arya Brata
55. Verra Ellen Getruida Logor
56. Rusli
57. Subagio
58. Mukhtar Panjaitan
59. Iwan Delano Marcel Siwy
60. Nasrul
61. Harizantos
62. Tahir Mahmud
63. Eddy Fritz Sinaga
64. Marcus Lesilolo

Pansel tersebut diketuai oleh Amir Syamsuddin dengan didukung delapan anggota yaitu mantan penasihat KPK Abdullah Hehamahua; pimpinan KPK jilid I Erry Riyana Hardjapamekas; Mantan Gubernur Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian Farouk Muhammad; Direktur Jendral Hak Asasi Manusia Kemenkumham, Harkristuti Harkrisnowo; Sosiolog Imam Prasodjo; Rektor Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Komarudin Hidayat; akademisi dan praktisi bisnis Universitas Indonesia Rhenald Kasali dan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung Widyo Pramono.  (kemenkumham.go.id)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *