Cerita Lengkap Marshanda Soal Ayahnya Irwan Yusuf Yang Menjadi Pengemis

Posted on

Aktualita.co – Artis Marshanda menunjukkan baktinya kepada ayahandanya dengan mengunjungi Panti Sosial Bina Insan, Jakarta Timur, Senin, 28 Maret 2016. Di panti sosial ini, ayah Marshanda Irwan Yusuf dibina setelah terjaring razia oleh petugas Pelayanan, Pengawasan dan Pengendalian Sosial (P3S) Suku Dinas Jakarta Selatan.

Irwan Yusuf setelah bercerai dengan ibu Marshanda 15 tahun yang lalu bekerja di di sebuah bengkel di kawasan Bangka, Mampang, Jakarta Selatan. Namun, bengkel itu bangkrut hingga dia tidak diberikan pesangon. Hal tersebutlah yang membuat dirinya menjadi pengemis.

marshanda irwan yusuf

Terpisah Dengan Marshanda

Marshanda pun menceritakan kisa lama dalam keluarganya saat diwawancarai oleh wartawan di Panti Sosial Bina Insan Jakarta. “Pas aku tujuh sampai delapan tahun, Mama dan Papa pisah, aku kehilangan kontak. Usia 19-20 aku baru ketemu. Aku sudah dua tahun ini lost contact, ini baru ketemu. Ini good news, aku bisa ketemu lagi,” ungkap Marshanda.

Marshanda mengetahui jika sang ayah sedang berada di Panti Sosial dari pesan teman-temannya yang mengirimkan berita penangkapan ayahnya.

Dalam pertemuan pertamanya dengan sang ayah. Irwan menurut Caca dalam kondisi baik, berbanding 180 derajat dengan kondisinya saat ini. Pertemuan kembali dengan ayahnya dianggap Caca sebagai berkah sebuah keluarga.

“Kalau yang dua tahun terakhir ketemu dia dalam keadaan baik-baik saja ya karena lagi tinggal di rumah Oma kalau nggak salah waktu itu. Aku malah seneng nih jadi bisa ketemu lagi. Aku kan ketika dulu heboh-heboh perceraian aku kan ganti nomor HP, jadi aku hilang nomor Papa dan Papa hilang nomorku, jadinya lost contact bener-bener,” kata Caca.

Marshanda Tetap Menghormati Sang Ayah

“Ini bukan yang memalukan buat aku, aku sayang dia apa adanya. Aku pernah jenguk Papa di rumah sakit, semua orang pandang Papa sebelah mata karena dia kucel. Aku tetap salim,” tambahnya.

Marshanda bukan tidak ingin merawat ayahnya, cuma saat itu ia dianggap masih terlalu kecil. “Pengin banget, dari SMA juga pengen itu sebenarnya. Pengin aku yang urus papa bantu papa, cuma dari keluargaku mikirnya ya Allah Caca kan masih SMA, masih sekolah dan masih ada pekerjaan. Apa itu bukan tanggungjawab yang terlalu besar untuk seorang remaja,” tutur Caca.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *