Cerita Tentang Korban Skip Challenge yang Berujung Kematian

Posted on

Aktualita.co – Trend remaja yang berbahaya yang belakangan ini telah menjamur Skip Challenge ternyata sudah pernah memakan korban. Skip Challenge atau #PassoutChallenge telah merenggut nyawa bocah 11 tahun bernama Da’Vorious (Chi Chi) Gray (11) dari Carolina Selatan yang meninggal setelah bermain Skip Challenge ini.

Walau kejadiannya tidak terjadi di Indonesia, tetapi dengan fakta ini, skip challenge tidak seharusnya dilakukan lagi.

Saat itu Gray ditemukan pingsan oleh keluarganya dan iapun dilarikan ke rumah sakit tetapi sayang nyawanya tidak tertolong.

“Ini permainan berbahaya. Pemain mencoba kehabisan napas sendiri. Gray sepertinya belajar tentang permainan melalui media sosial aplikasi Kik,” ujar keluarganya, seperti diberitakan Nydailynews, Jumat (10/3/2017).

Bagi ibunya, Latrice Beras Hurst kematian anak remaja tersebut sangat disesali. “Jika saya bisa memundurkan waktu, saya akan kembali memantaunya di media sosial, YouTube, dan internet,” kata ibunya.
Lebih Dari 1000 Korban Jiwa

Sangat disayangkan, permainan yang dianggap seru itu ternyata sejak lama telah membuat ribuan korban jiwa. Menurut data yang diungkap laman GASP, hampir 1000 orang meninggal akibat pass out challenge ini sejak tahun 1934. Dan mirisnya korbannya kebanyakan adalah anak-anak remaja yang belum sepenuhnya memahami bahaya permainan ini.

Selain Gray yang berusia 11 tahun, juga ada nama Kimberly Wilson (15) ditemukan tewas ketika bermain pass-out-game, Agustus 2005 lalu. Lalu anak berusia 15 tahun lainnya David Nuno meninggal setelah terjatuh menghantam gelas kaca gara-gara memainkan permainan serupa. Potongan gelas kaca melukai lehernya. Nuno dan teman-temannya mempraktikkan permainan yang mereka lihat di Youtube. Sayangnya paramedis gagal menyelamatkan nyawa Nuno, meskipun remaja itu telah dilarikan ke Rady Children’s Hospital, dikutip dari Dailymail.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *