produk mainan anak-anak yang diduga tak memenuhi standar SNI akan diidentifikasi dan diuji ke laboratorium untuk ditangani lebih lanjut. (Foto: Kemendag)

Cerdas Memilih Mainan Anak, Perhatikan Hal Berikut

Posted on

Aktualita.co – Banyak orang tua yang hanya membeli mainan berdasarkan aspek fisik semata tanpa memperhatikan unsur keamanan bagi anak-anak yang menggunakan mainan tersebut. Itulah mengapa di pasaran masih sering dijumpai mainan yang tidak sesuai dengan standar Nasional Indonesia (SNI).

Hal tersebut tercermin dari sidak yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Standardisasi dan Perlindungan  Konsumen (SPK) Kementerian Perdagangan yang masih menemukan produk mainan anak-anak yang juga diduga tak memenuhi standar SNI. “Mainan anak-anak di sini sangat membahayakan kesehatan. Kami perlu uji lab lagi,” ungkap Direktur Jenderal SPK Widodo, dalam sidaknya di Pasar Gembrong, Jakarta, Rabu (10/12).

Produk mainan anak yang saat ini telah diberlakukan SNI Wajib intensitas pengawasannya akan lebih ditingkatkan untuk menghindari dampak negatif atas kesehatan anak. Hal ini dilakukan karena dampak negatif mainan anak yang tidak sesuai SNI dapat melemahkan daya tahan tubuh anak dan tidak mustahil akan dapat melemahkan daya tahan bangsa.

Ditjen SPK berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan terhadap barang beredar di pasar,  khususnya produk non pangan yang berpotensi menimbulkan ancaman terhadap keamanan, keselamatan, kesehatan konsumen, dan lingkungan (K3L). Selain itu, hal ini sekaligus juga memberikan edukasi baik kepada konsumen maupun pelaku usaha.

 produk mainan anak-anak yang diduga tak memenuhi standar SNI akan diidentifikasi dan diuji ke laboratorium untuk ditangani lebih lanjut.  (Foto: Kemendag)
produk mainan anak-anak yang diduga tak memenuhi standar SNI akan diidentifikasi dan diuji ke laboratorium untuk ditangani lebih lanjut. (Foto: Kemendag)

Tips Aman Membeli Mainan

Dirjen SPK berharap para konsumen lebih cerdas dalam memilih dan membeli mainan dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut; memastikan produk sesuai SNI, selain itu perhatikan pula apakah terdapat Nomor Registrasi Produk (NRP) atau Nomor Pendaftaran Barang (NPB) serta menggunakan label dalam Bahasa Indonesia.

Setiap produsen dan importer mainan juga wajib memiliki Sertifikat Produk Penggunaan Tanda (SPPT) SNI, sedangkan penjual wajib memiliki fotocopy SPPT SNI.

Badan Standardisasi Nasional (BSN) selaku lembaga pemerintah yang mengkoordinasikan kegiatan di bidang standarisasi secara nasional, telah menetapkan lima SNI berkenaan dengan keamanan dan keselamatan mainan anak. Aturan SNI tersebut yaitu : (1) SNI ISO 8124-1:2010, Keamanan Mainan – Bagian 1: Aspek keamanan yang berhubungan dengan sifat fisis dan mekanis, (2) SNI ISO 8124-2:2010, Keamanan Mainan – Bagian 2: Sifat mudah terbakar, (3) SNI ISO 8124-3:2010, Keamanan Mainan – Bagian 3: Migrasi unsur tertentu, (3) SNI ISO 8124-4:2010, Keamanan Mainan – Bagian 4: Ayunan, seluncuran dan mainan aktivitas sejenis untuk pemakaian di dalam dan di luar lingkungan tempat tinggal, dan (5) SNI IEC 62115:2011, Mainan elektrik – Keamanan.

Ada empat poin penting yang menjadi fokus BSN dalam menyusun SNI tersebut. Poin pertama, mainan harus bebas dari migrasi unsur kimia tertentu. Kedua, dari sisi bentuk yang menyangkut keamanan sudut (kelancipan) mainan. Ketiga, soal sistem kelistrikan terutama mainan yang menggunakan baterai. Keempat, terkait kandungan pewarna zat Azo yang biasanya dipakai pada mainan anak-anak yang berbahan kain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *