Canggihnya Pesawat Tupolev Tu-160M2 yang Bisa Menjangkau Stratosfer

Thursday, Sep 1, 2016 | 945 views

Aktualita.co – Pesawat Tupolev Tu-160M2 merupakan pesawat pembom strategis buatan Rusia yang mampu terbang paling tinggi di kelasnya. Pesawat ini bahkan disebut-sebut akan mampu terbang hingga mencapai stratosfer pada level ketinggian 18 ribu mdpl.

Tupolev Tu-160M2

Kemampuan terbang setinggi itu, sengaja diberikan agar pesawat ini tidak bisa dijangakau oleh sistem pertahanan antipesawat atau pun sistem pertahanan misil yang ada saat ini.

Stratosfer merupakan lapisan kedua dari atmosfer bumi yang terletak di atas  troposfer dan di bawah mesosfer.Ketebalan stratosfer antara 15 ribu mdpl hingga 55 ribu mdpl. Di lapisan ini terdapat lapisan ozon yang terbentuk pada ketinggian 20 ribu mdpl.

Pesawat Tupolev Tu-160M2 adalah pengganti pendahulunya Tu-160 yang telah beroperasi hampir 30 tahun. Tupolev Tu-160M2 merupakan modernisasi dari pesawat Tu-160 berupa penambahan sistem navigasi dan komunikasi canggih, sistem target baru, serta kompleks peralatan elektronik.

Adapun secara tampilan fisik, pesawat Tupolev Tu-160M2 masih akan memiliki tampilan yang sama dengan pendahulunya.

Untuk mesin, pesawat ini akan menggunakan NK-32 yang tak hanya bisa digunakan sebagai mesin pesawat reaktif, tapi juga sebagai mesin roket. Mesin inilah yang memungkinkan pesawat Tupolev Tu-160M2 bisa terbang hingga ketinggian stratosfer.

Seorang Komandan Tertinggi Angkatan Udara Rusia Victor Bondarev dan pahlawan  nasional bernama Petr Dainekin menyebutkan bahwa pesawat baru Tu-160M2 mampu  menyerang target potensial saat berada di luar area yang dapat dijangkau sistem  pertahanan antipesawat atau misil yang ada. Rusia melalui Kementerian Pertahanan berencana akan membeli  sekitar 50 pesawat Tu-160M2.

Pada akhir tahun ini, dikabarkan Kementerian Pertahanan Rusia akan menerima kiriman tahap pertama mesin NK-32 yang akan disematkan pada pesawat pengebom  strategis Tu-160M2.

Penerbangan pertama pesawat pembom strategis canggih ini akan dilakukan pada 2018 mendatang, sementara pembanguan berseri pesawat ini akan dimulai pada 2021.

Like it? Share it!

Leave A Response