Buku Kurikulum 2013 Dilarang Diperjualbelikan

Posted on

kurikulum 2013

Aktualita.co – Dengan penggunaan kurikulum terbaru yaitu kurikulum 2013, maka tentu saja juga harus ditunjang dengan buku ajar untuk mendukung kurikulum tersebut. Pemerintah telah berkomitmen bahwa buku kurikulum 2013 (K13) dibagikan secara gratis kepada semua peserta didik di seluruh Indonesia.

Ketua Komisi X DPR Agus Hermanto menegaskan, penjualan buku Kurikulum 2013 (K13), adalah sebuah tindakan pelanggaran. Hal ini berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 71 Tahun 2013 tentang Buku Teks, buku tersebut tidak diperjualbelikan.

“Buku Kurikulum 2013 itu (dibagikan secara) gratis. Jika ada yang menjualnya, ini sebuah pelanggaran aturan. Masalah buku memang belum tertata dengan baik. Hasil kunjungan Komisi X ke beberapa daerah beberapa waktu lalu, banyak sekolah yang belum menerima buku,” jelas Agus seperti dikutik Dpr.go.id.

Akibat dari keterlambatan pengiriman buku tersebut ke sejumlah daerah, dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk menjual buku K13 yang lazim disebut buku tematik.

Keterlambatan buku ke daerah disinyalir karena pencetakan buku yang hanya dilakukan di pusat karena Menteri Pendidikan dan Kebudayaan beralasan, ongkos produksi buku yang di pusat lebih murah jika dibandingkan harus mencetak di daerah. Hal inilah yang membuat buku terlambat sampai ke daerah karena membutuhkan waktu untuk pendistribusiannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *